seputarbanten.com-CILEGON, Pedagang yang tergabung dalam Persatuan pedagang cilegon mandiri (PPCM) di Jalan Raya Lingkar Selatan (JLS) mengeluhkan truk pengangkut material galian C yang melintas disana.

Pasalnya truk-truk tersebut tidak disertai penutup bak truk yang memadai, sehingga menyebabkan debu bertebaran, Akibatnya mengganggu pedagang yang mayoritas berjualan makanan siap saji.

di sepanjang JLS baik menuju Ciwandan maupun sebaliknya memang cukup padat oleh lalulalang truk bermuatan material hasil Galian C yang diambil dari wilayah di sepanjang JLS.

Kondisi tersebut diperparah dengan bak truk terbuka yang tidak ditutup dengan terpal secara rapat, bahkan tanpa penutup. Akibatnya, rumah warga dan pedagang yang berada di sekitar JLS terkena imbasnya. 

Banyak debu berterbangan masuk ke rumah-rumah. Begitupun pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengguna roda dua ataupun roda empat harus selalu menggunakan masker saat melintasi jalan tersebut. Kondisi parah juga terjadi jika turun hujan, lantaran jalan menjadi licin dan dapat membahayakan pengguna jalan.

Penasihat PPCM Eddy Oktana mengatakan para pedagang di sepanjang JLS mengeluhkan debu yang bertebaran akibat truk pengankut material galian C yang tidak ditutup terpal. Hal itu jelas mengganggu pedagang maupun pelanggannya.

"Gara gara tanah berjatuhan kalau siang atau musim panas pasti debunya tebal dan mengganggu pengunjung. Belum lagi jika turun hujan,  jalan berlumpur dan licin setelah itu tanah lari ke pinggir menyumbat saluran air bungan dan mengakibatkan genangan air," katanya

Menurut Eddy, selama ini masyarakat yang berinisiatif untuk membersihkan sisa tanah yang berjatuhan dari truk material galian C tersebut. Sebab tidak ada satupun pihak yang ingin bertanggungjawab atas kondisi itu.

"Selama ini yg membersihkan jalan adalah para pedagang dan masyarakat Kedaleman dari kampung Kadipaten," ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan, meski pihaknya secara swadaya melakukan pemberisihan debu di JLS itu, namun tingginya volume kendaraan pengangkut galian C itu selalu menjadi sia-sia.

"Kalau setiap kali ada tanah yang jatuh, kita juga kewalahan. Seharusnya pemilik proyek yang bertanggungjawab. Bukan kami yang kena imbas," ungkapnya.

Eddy berharap pemilik proyek galian C atau pengusaha angkutan galian C untuk bertanggungjawab atas kondisi itu. Sebab jika dibiarkan pelanggan PPMC akan semakin berkurang karena dampak debu tersebut.

"Sampai saat ini tidak pernah ada tanggapan malah kami di bilang minta jatah atau pungli . Padahal kami hanya minta jalan tersebut di bersihkan saja," tegasnya.

Sementara itu salah seorang warga, Bahrudin mengaku merasa terganggu oleh debu dari aktivitas kendaraan muatan galian C. Terutama pada saat membeli makaman di JLS.

"Giman mau enak makan. Kalau debunya banyak seperti ini," katanya. (Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: