seputarbanten.com-CILEGON,Tarif bus antar kota antar provinsi (AKAP), dari Kota Cilegon ke berbagai kota besar di Pulau Jawa pada masa lebaran 1437 Hijriah mengalami kenaikan secara signifikan.

Meski tarif bus mengalami kenaikan secara signifikan, tiket bus yang disediakan beberapa perusahaan otobus (PO) untuk tujuan kota besar di Pulau Jawa sudah ludes terjual.

Salah satu karyawan PO Pahala Kencana yang bertugas menjual tiket di Kantor Perwakilan PO Pahalan Kencana di Merak Agung Nugraha mengatakan, kenaikan tarif bus di agennya sudah mengalami kenaikan sejak kemarin. Akan tetapi, knaikan tarif untuk masing-masing kota mengalami perbedaan prosentasenya.

“Kenaikan tarif di PO kami masih wajar, karena fasilitas busnya juga bagus. Bahkan untuk tanggal 1 Juli 2016 sampai tanggal 5 Juli 2016 tiket sudah habis,” katanya.

Agung menjelaskan, kenaikan tarif bus dari agennya merupakan keputusan dari kantor pusat. Dirinya hanya bertugas menjual tiket saja.

“Tarif dari kami sudah ditentukan dari pusat, dan sesuai dengan peraturan kementerian,” ujarnya kemarin.

Agung memaparkan, di agennya disediakan bus untuk tujuan Malang, Solo, dan Jogja. Tarif bus PO Pahal Kencana ke Jogja normalnya Rp190 ribu naik menjadi Rp465 ribu. Tarif bus tujuan Surabaya atau Malang normalnya adalah Rp335 ribu naik menjadi Rp625 ribu. Tarif bus tujuan Solo normalnya Rp180 ribu naik menjadi Rp395 ribu.

“Kalau lebaran kan biasanya juga macet, dan karyawan juga butuh THR. Jadi wajar kalau harganya naik,” paparnya.

Salah satu pengemudi bus trayek Merak-Tanjung Priok Dedi mengatakan, kemarin tarif Merak-Jakarta belum mengalami kenaikan. Kenaikan diprediksi akan terjadi pada hari ini. Akan tetapi, dirinya juga belum mengetahui besaran kenaikan tarif yang ditentukan pemerintah.

“Tarif lebaran naik karena biasanya lalu lintas padat, bahkan sering macet. Sehingga biaya uang jalan untuk beli solar tambah,” ucapnya.

Dedi mengatakan, pada lebaran kali ini diprediksi penumpang akan mengalami penurunan. Sebab, banyak persuahaan swasta dan pemerintah yang menyelenggarakan mudik gratis.

“Kalau penghasilan kami biasanya memang bertambah kalau lebaran, tetapi kadang sedih juga tidak bisa kumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Sementara, pengurus PO Sinar Jaya wilayah Merak Tb Entik Surya Atmaja mengatakan, kenaikan tarif di PO Sinar Jaya sendiri menggunakan tarif batas atas. Kenaikan yang ada pada lebaran 1437 hijriah tersebut dirasa tidak terlalu tinggi. Meskipun kenaikan yang diberlakukan adalah tarif batas atas akan tetapi peminatnya tetap tinggi.

“Tiket di kami untuk tujuan Pruwokerto sampai lebaran sudah habis,” tuturnya.

Dikatakannya, pada lebaran kali ini di PO Sinar Jaya dari Merak menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta biasanya diberangkatkan 10 armada, pada lebaran nanti akan ditambah lima armada. Sehingga ada 15 armada yang akan diberangkatkan dari Merak menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta setiap harinya.

“Jadi meski yang tidak kebagian tiket, masih bisa naik bis tambahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, dirinya akan mengawasi tarif lebaran setiap PO yang ada di TTM dan Sub-Terminal Seruni. Akan tetapi, kewenangan untuk penindakan bus yang tarifnya melebihi ketentuan bukan ada pada pihaknya.

“Kami akan mengawasi, jika ada yang melanggar regulasi akan kami laporkan ke Dishub Provinsi Banten untuk disampaikan ke Kemenhub. Penindakan sendiri ada di ranah Kemnhub untuk bus AKAP,” jelasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: