seputarbanten.com-GEREM, Pembingkaran lanjutan warung remang-remang dilingkungan kramat raya dan cikuasa pantai kelurahan gerem kecamatan grogol, dilanjutkan hari ini (3/6) setelah kemarin (31/5)sempat terhenti.

Pembongkaran yang disaksikan warga kelurahan gerem ini, yang dimulai sejak pukul 14:00 wib, dipimpin langsung oleh camat grogol, kepala kelurahan gerem dan asisten daerah (Asda) 1 kota cilegon, dengan personil dari satuan polisi pamong praja (Satpol pp) kota cilegon, anggota polisi dan anggota kodim cilegon, serta dengan 2 alat berat.

Meski sempat terjadi ketegangan antara team pembongkar dengan pemilik warem, yang mengancam akan menuntut, namun camat grogol tetap perintahkan untuk melanjutkan pembongkaran.

Menurut kepala kelurahan gerem, H. Samlawi pihaknya akan memaksimalkan pembongkaran, hingga 21 warem dapat di bongkar keseluruhan, dengan memanfaatkan 2 alat berat.

"Kita akan upayakan pembingkaran hari ini dapat meratakan 21 warem yang sempat terhenti kemarin, kita telah siapkan 2 yunit alat berat, bantuan dari industri sekitar,"Tuturnya.

Ditempat pembongkaran, camat grogol, H.Hudri Hasun mengaku dalam pembongkaran yang dilakukan dilingkungan cikuasa pantai mengalami kendala, karna area bangunan yang akan dibongkar tidak dapat dimasuki alat berat, sehingga harus dilakukan dengan manual.

"Jika tidak dapat diselesaikan hari ini, kita akan berkordinasi kembali untuk melakukan pembongkaran lanjutan,"Pengakuannya.

Sementara itu, , Asda Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kota Cilegon Taufiqurrohman, menegaskan bahwa pemerintah kota cilegon, akan tetap melakukan pembongkaran hingga kemaksiatan dikota cilegon dapat berkurang.

"Jika hari ini tidak selesai, karna dalam beberapa hari lagi kita sudah memasuki bulan puasa, kemungkinan akan dilanjutkan setelah hari raya idul fitri, akan tetapi harapannya selesai hari ini,"Tegasnya

Menanggapi, adanya ancaman dari pemilik warem untuk menuntut pembongkaran ini, Taufiq menanggapinya hal itu dengan tenang selain pembongkaran kali ini dikawal dari anggota polisi dan TNI ia juga menjelaskan bahwa pembongkaran ini sudah sesuai prosedur.

"Dalam pembongkaran ini, pihak kelurahan telah melakukannya sesuai prosedur sehingga apalagi yang ingin dituntut oleh pemilik warem,dan untuk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pembongkaran ini kita bekerjasama dengan pihak keamanan dari polisi dan TNI,"Tanggapnya.

untuk pembongkaran warem sampai saat berita ini diturunkan 16:30 pembongkaran masih berlanjut, dan dari pantauan seputar banten pembongkaran tidak selesai hari ini.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: