seputarbanten.com-MERAK, Sejumlah warung di tikungan samping Merak Beach Hotel atau perbatasan antara kelurahan gerem dan kelurahan mekarsari, kini terlihat tertata rapih. (19/6)

Hal ini diakui pedagan dilokasi tersebut, Udin merapihkan warung tersebut lantaran selama selalu dituding di jadikan sebagai tempat maksiat.

"Yang selama ini, banyak orang yang menuding, tempat kami ini dijadikan sarang maksiat, kini kita rapihkan agar warga dapat melihat aktivitas yang mampir ketempat kami,"Tuturnya.

Udin mengaku selama ini tudingan yang ia terima karna lokasi yang gelap sehingga banyak orang yang memanfaatkan lokasi tersebut, sementara ia hanya berdagang dan tidak ada jualan yang ditudingkan memjual minuman keras.

"Pedagang disini tidak ada yang menjual miras, apalagi transaksi wanita penghibur, itu biasanya dari luar, oleh karna itu sekarang sudah kami berikan larangan berupa tulisan, agar orang dari luar merusak tempat kami,"Pengakuannya.

Pedagang lain Sarif, menjelaskan penataan tempat ini karna kerjasama pedagang dengan lembaga Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) yang berada di lingkungan kelurahan gerem.

"Tempat yang semula acak-acakan, kini dibagi rata, kemudian di daerah ini ditempatkan tulisan aturan pengunjung yang dibuat lembaga tersebut,"Jelasnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Ketua KKPMP, Hadi Adhadi pengaturan yang ia lakukan senata-mata untuk menertibkan warung yang selama ini dianggap meresahkan warga.

"Agar mereka juga berjualan nyaman, saya juga menghimbau kepada pemilik warung agar saling mengingatkan kepada pengunjung agar tempat tersebut tidak dijadikan tempat maksiat, yah itung-itung warung disini menjaga ke amanan dari tikungan disini yang kerap banyak pengunjung,"Himbaunya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: