seputarbanten.com-PULOMERAK, Kepolisian Daerah (Polda) Banten meminta masyarakat di Banten untuk mengantisipasi peredaran uang palsu (Upal).

Masyarakat dihimbau untuk bisa cepat tanggap serta mengenali peredaran Upal selama bulan Ramadan dan jelang Lebaran.

Kewaspadaan Upal beredar dimasyarakat itu setelah sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten membongkar sindikat pengedar uang palsu dari berbagai negara dan berhasil membekuk empat pelaku dari wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.

Keempat pelaku tersebut yakni J, JR, IS, dan ANP yang ditangkap di lokasi berbeda. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 29.198 lembar uang palsu dari 106 negara.Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri membenarkan potensi adanya peredaran upal dimasyarakat selama Ramadhan dan jelang Lebaran. Bahkan, pihaknya sudah beberapa kali mengungkap kasus pemalsuan uang tersebut.

"Kita baru ekspose kemarin. Tidak tanggung-tanggung uang palsu dolar dan uero. Jadi kemungkinan itu ada," katanya

Menurut Kapolda, meski ada kemungkinan peredaran upal pada saat Ramadhan dan menjelang lebaran ini tinggi. Pihaknya sudah melakukan antisipasi semaksimal mungkin untuk mencegah peredaran upal di masyarakat.

"Beberapa kali sudah kita ungkap kejahatan upal itu. Termasuk uang dolar palsu. Bahkan yang kemarin kita ungkap adalah pabriknya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang warung kopi di PCI, Khumairah membenarkan adanya peredaran upal saat ramadhan ini. Beberapa kali dirinya melayani pembeli yang melakukan transaksi jual beli di tempat usahanya menggunakan upal.

"Yang pertama tidak ketahuan dan yang kedua ketahuan itu uang palsu, kemudian saya kembalikan dan meminta dibayar menggunakan uang asli. Pecahannya ada yang Rp50 ribu ada juga yang Rp100 ribu. Biasanya si pembeli yang memakai uang palsu hanya membeli rokok," katanya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: