seputarbanten.com-MERAK, Warga lingkungan keramat raya dan cikuasa pantai kelurahan gerem kecamatan grogol, terlihat nampak resah karna menerima surat rencana pembongkaran bangunan milik warga, yang hanya diberikan waktu empat hari, terhiting sejak surat diberikan Kamis 21 juli 2016 dan rencana pembongkaran 25 juli 2016.

Menurut Joeni, Tokoh masyarakat lingkungan keramat raya, pihaknya tidak pernah menghalangi rencana pemerintah tersebut, akan tetapi ia hanya mempertanyakan proses pembongkaran yang mengejutkan warga.

"Kami tidak pernah menghalangi program pemerintah, tetapi saya menyayangkan sikap pemerintah yang rencananya membongkar warem dan bangki diatas pipa gas, ini malah keseluruhan dengan proses yang amat pendek yaitu 4 hari,Saya hanya membela warga, kalau rumah saya yang dilingkungkungan keramat milik pribadi,"Kata Joeni yang akrab disapa kang Jen

Selain waktu yang hanya empat hari, Kang Jen menyayangkan pemerintah sebelumnya tidak melakukan sosialisasi kepada warga yang akan di bongkar, seharusnya warga diajak bicara terlebih dahulu dan diberikan surat peringatan sebelum tiba-tiba akan membongkar.

"Saya sudah sampaikan hal ini, kepada wakil walikota dan asda 1 dan mendapatkan jawaban akan mendata kembali bangunan yang akan dibongkar,"Jelasnya

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) 1 kota cilegon, Taufiqurrohman melalui sambungan telepon mengaku, tetap akan melakukan pembebasan pada bangunan yang menempati tanah PJKA, karna proses sosialisai telah dilakukan sejak lama.

"Pemerintah akan tetap membebaskan bangunan yang menempati tanah negara, karna prosesnya telah dilakukan sejak lama bahkan telah dilakukan pembongkaran sebelumnya,"Pengakuannya

Saat ditanya terkait waktu yang hanya empat hari, Taufiq mengelak karna waktu yang diberikan pemerintah telah lama sekali, akan tetapi ia telah merintahkan camat grogol untuk mendata ulang bangunan yang akan dibongkar.

"Kita akan piyoritaskan warem pada pembongkaran nanti, untuk warga saya telah perintahkan camat untuk mendata ulang, tetapi bukan tidak membongkar tetapi hanya memberikan waktu saja,"Katanya

Taufiqurrohman, juga menghimbau agar warga taat kepada aturannpemerintah untuk tidak menempati bangunan milik negara.

"Saya menghimbau agar warga tidak menempati bangunan milik negara, setelah nanti diberikan waktu,"Himbaunya.(Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: