seputarbanten.com-SERANG,Adanya sebuah pembeliaan kursi pada penerimaan murid baru, membuat DPRD Kota Serang melakukan penyidakan secara langsung di setiap sekolah SMA dan SMK di Kota Serang.

Ketua Komisi II, DPRD Kota Serang, Furtasan Ali Yusuf mengatakan, hasil dari sidak sendiri ialah tercatat bahwa sekolah-sekolah favorit yang terjadi adanya pratik jual beli kursi.

Oleh karenanya, hal itu menjadi catatan bagi DPRD Kota Serang untuk Dinas Pendidik dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang sebagai sebuah poin pertama.

"Poin pertama yang tercatat di DPRD Kota Serang, pertanda kinerja Dindikbud mulai dipertayakan. Jangan sampai terulang lagi hal ini,"Katamya

Penyidakan yang dilakukan pagi tadi, Jumat 22 Juli 2016 , Diakui oleh Furtasan, adalah sebuah keteledoran dari semua pihak, harus ada perbaikan sehingga tidak terjadi kembali kebocoran tersebut.

"Kebocoranya seperti adanya kuitansi dan stempel sekolah. Menandakan pihak sekolahnya tidak memberikan pengawasan secara  penuh. Makanya tahun depan dalam PPBD diurus oleh Dindikbud, dan tidak melibatkan sekolah,"Jelasnya.

Sementara itu, Kabid SMA SMK, Dindik Provinsi Banten, Isnen menambahkan, Dindik Provinsi Banten belum melakukan penindakan sama sekali karena wewenangnya belum sepenuhnya diserahkan dari Walikota Serang ke Pemerintah Provinsi.

"Makanya kita hanya dapat menunggu, dan kalau sudah diserahkan ke Provinsi akan kita tindak tegas ke sekolah yang melakukan praktik jual beli kursi,"Ujarnya.

Lanjut Isnen, untuk tahun depan sendiri akan menggelar pembinaan untuk setiap kepala sekolah di Kota Serang dalam seminggu sekali.

"Supaya praktik jual beli kursi dapat dihindari, dan tidak ada lagi oknum-oknum tersebut," ungkapnya.

Kemudian informasi yang di dapat dari Lili Mutawali, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) , Dindikbud Kota Serang sendiri telah melakukan pemanggilan terhadap sekolah yang terdapat praktik jual beli kursi tersebut. Bahkan sudah diberikan teguran.

"Jadi ini sebagai poin pertama, apabila ada poin kedua dan ketiga akan dilakukan penurunan jabatan. Tapi kalau sampai poin keempat akan kita binasakan,"Pungkasnya. (Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: