seputarbanten.com-CILEGON, Berdasarkan hasil Pendataan Rumah Tangga Sasaran (PRTS) sebagai indikator mikro kemiskinan, jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kota Cilegon mengalami penurunan sekitar 30 persen. Semula, Program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) pada tahun 2015 lalu mencatat jumlah RTS di Kota Cilegin sebanyak 11.084 RTS, pada tahun ini menjadi 8.970 RTS.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (BPMKP) Sukroni membenarkan adanya penurunan berdasarkan Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial yang bersumber dari PPLS 2016 hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) dan dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Pada bulan Juni 2016 lalu, kita bersama Dinsos Cilegon melakukan pertemuan soal adanya penurunan jumlah RTS di Cilegon. Saat ini jumlah RTS Cilegon 11.084 RTS menjadi sekitar 8 ribuan," katanya

Menurut Sukroni, berkurangnya penerima raskin tersebut disebabkan beberapa hal. Mulai dari RTS penerima raskin pada periode sebelumnya meninggal dunia, RTS sudah tidak layak menerima raskin sesuai kriteria BPS, atau RTS pindah rumah dan juga mengalami peningkatan taraf hidup.

"Jadi ada indikator kenapa warga itu tidak masuk kriteria RTS dan yang menilai kriteria RTS itu ada di BPS. Kita hanya sebagai pengguna data saja," ujarnya.

Sukroni mengungkapkan, meski Kota Cilegon sudah mendapatkan data baru jumlah RTS. Namun hingga saat ini pembagian beras miskin (Raskin) dan Bantuan Langsung Masyarat (BLM) masih menggunakan data yang lama.

"Untuk data yang baru yaitu 11.084 RTS. Tapi untuk data baru ini, kita masih menunggu SK (Surat Keputusan) dari Walikota Cilegon," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sukroni menegaskan adanya penurunan jumlah RTS di Cilegon harus dilakukan validasi data warga miskin. Sebab nantinya data itu akan dijadikan acuan pemerintah agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.

"Meskipun kami hanya sebagai pengguna data. Namun hal ini jangan sampai ini menjadi konflik dimasyarakat," tegasnya.

Senada, Kasubid Pemberdayaan Masyarat dari BPMKP Cilegon Asikin mengatakan, dengan adanya data baru tersebut pada tahun 2017, berpengaruh terhadap jumlah penerima raskin di Kota Cilegon yang akan ikut mengalami penurunan.

"Untuk tahun ini masih 11,084 RTS dengan alokasi raskin perbulannya yaitu sekitar 166,260 kilogram dan setiap tahunnya sekitar 1.995 ton," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Abadiah tidak dapat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, terkait jumlah RTS Cilegon yang mengalami penurunan.Adapun data jumlah RTS perkecamatan yaitu untuk Kecamatan Cibeber sebanya 1.571 RTS, Cilegon 925 RTS, Citangkil 1967 RTS, Ciwandan 2215 RTS, Jombang 1236 RTS, Purwakarta 861 RTS, Grogol 1098 RTS, Pulomerak 1211 RTS. (Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: