seputarbanten.com-SERANG, Kepala kantor bahasa provinsi banten, Luthfi Baihaqi menilai generasi muda di kota serang terhadap penggunaan bahasa indonesia dirasa kurang, hal ini dikarnakan kebanyakan dari mereka lebih banyak menggunakan bahasa gaul dan bahasa inggris dalam berbahasa dilingkungannya sehari-hari.

Luthfi Baihaqi menuturkan, generasi muda saat ini lebih senang mencampur adukan bahasa indonesia dengan bahasa asing, sehingga pengertian dari bahasa tersebut terdengar rancu.

“Bukan kita termasuk orang yang menolak bahasa asing. Tapi kan kita ini orang Indonesia dan tinggal di Indonesia. Bahasa persatuan yang sudah kita sepakati adalah Bahasa Indonesia, jadi kenapa mesti berbicara bahasa asing atau bahasa yang tidak dikenal,”Tuturnya

Lebih lanjut Luthfi Baihaqi, mengatakan selain soal kurangnya menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan, pada penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik juga masih banyak ditemukan bahasa asing, seperti di sebuah Mall masih banyak ditemukan bahasa asing pada penunjuk jalan atau rambu-rambu lainnya.

“Dan itu sayangnya tidak semua menggunakan Bahasa Indonesia. Sehingga ketika kita masuk Mall, kita seolah berada di luar negeri, padahal itu di Indonesia,” ujarnya

Luthfi Baihaqi menambahkan, Bahasa Indonesia sudah dicetuskan sejak 1928 seharusnya generasi muda dapat mencintai dan peduli dengan menggunakan bahasa indonesia dalam kehidupan sehari-hari

“Tetapi rasa memiliki Bahasa Indonesia kurang. Padahal Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan nasional. Kalau bahasa Indonesia hilang, identitas bahasa kita juga lama-lama akan hilang. Keprihatinan kita sekarang adalah rasa memiliki di generasi muda yang masih kurang,” pungkasnya. (Andreas)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: