seputarbanten.com- SERANG, Organda Provinsi Banten akan mengadakan rapat evaluasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait masih tingginya harga angkutan Bus.

Sektariat Umum Organda Provinsi Banten, Inu Aminudin mengatakan, bahwa tarif angkutan Bus yang masih tinggi dan belum ada penurun. Membuat pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten.

"Karena kita tidak dapat menentukan harga yang sesuai, dan semua kebijakan adanya di Pemerintah. Organda mah hanya sebagai pengawasan saja," ungkap ini melalui sambungan seluler, Kamis(21/7).

Lanjutnya, untuk harga tarif angkutan Bus setelah lebaran memang masih ada kenaikan dan seharusnya sudah turun dan normal kembali.

"Tapi kenyataanya harga angkutan Bus sendiri ada yang sudah stabil dan adapun belum stabil. Artinya masih terdapat sopir-sopir membandel, dengan menaikan harga sendiri," jelasnya.

Seperti diketahui, sambungnya, dalam arus balik sendiri sudah selesai dalam seminggu yang lalu, dan laju kendaraan telah kembali normal.

"Jalan-jalan dipastikan tidak ada kemacetan lagi, dan kalau penentuaan harga sendiri telah ditentukan aturan harganya pada saat H + 5 lebaran. Tapi ini mah para sopir bus mulai berulah lagi, dengan menaikan harga angkutan," katanya.

Sementara itu, Salah satu penumpang bus, Rahman merasa keberatan dengan adanya kenaikan harga tersebut, karena terlalu tinggi.

"Masa saya tanggerang saja 30 ribu mas. Biasanya saja 10 ribu, dan paling tinggi saja 20 ribu," ujarnya.

Penumang lainya, Rindiani pun merasakan hal sama seperti Rahman. Karena biasa naik bus ke pandeglang 20 ribu, kini menjadi 60 ribu.

"Ko setelah Ramadan harga angkutan menjadi semakin melambung sih,"pungkasnya. (Andreas)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: