seputarbanten.com-CILEGON, Peringatan 128 tahun Peristiwa Geger Cilegon 1888 yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Ki Wasyid pada Kamis malam 21 Juli 2016, tidak dihadiri oleh unsur Pemkot Cilegon maupun Pemprov Banten.

Hal ini disesalkan Ketua panitia, Adi Sudrajat, saat diwawancarai wartawan disela-sela acara berlangsung.

Adi mengaku telah memberikan surat undangan baik kepada Pemkot Cilegon maupun Pemprov Banten, namun amat disayangkan tidak ada satupun perwakilan dari pemerintah yang datang dalam acara tersebut.

“Undangan sudah kami berikan yang ditujukan kepada Pemkot Cilegon, Pemprov Banten, Disbudpar Cilegon, Dindik Kota Cilegon, dan Dispora Kota Cilegon. Namun amat disayangkan tidak ada satupun perwakilan dari pemerintah yang hadir,” kata Adi.

Selain itu, Adi juga mengatakan, acara Peringatan 128 tahun Geger Cilegon ini merupakan swadaya dari para aktivis yang masih peduli untuk kembali membangkitkan semangat perjuangan Geger Cilegon, meskipun tanpa adanya dukungan dan sumbangan dari pemerintah.

“Alhamdulillah acara masih bisa berjalan walau tampak sederhana, ini merupakan hasil swadaya dari para aktivis dan masyarakat yang masih peduli untuk kembali membangkitkan semangat perjuangan Geger Cilegon. Kami juga selaku panitia tidak mengatasnamakan siapapun, kami yang berada disini adalah yang peduli untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan para pahlawan Geger Cilegon,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis muda Banten, Isbatullah Alibasja, dalam sambutannya menilai pemerintah daerah telah melupakan sejarah penting bagi masyarakat.

“Sangat disayangkan, peringatan Geger Cilegon ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah kota atau provinsi, dimana seharusnya peringatan seperti ini adalah salah satu bentuk penghargaan kita untuk jasa para pejuang yang telah membebaskan kita dari penjajahan. untuk jasa para pejuang yang telah membebaskan kita dari penjajahan. Masa peringatan HUT kota atau provinsi digelar secara meriah, tapi peringatan untuk pejuang tidak ada,” ujar Isbatullah.

Sementara itu Ketua Yayasan Ki Wasyid yang juga merupakan cicit dari KH Wasyid, Asep Sofwatulloh, menjelaskan bahwa peristiwa Geger Cilegon telah menginspirasi perjuangan kemerdekaan rakyat Cilegon dari penjajahan.

“Kehadiran Ki Wasyid dalam perjaungan bangsa ini adalah bukan sebagai provokator, tetapi sebagai inisiator yang timbul atas keresahan yang terjadi di masyarakat, sehingga timbul semangat juang yang sangat besar dalam perjuangan masyarakat Cilegon. Tapi ini amat disayangkan dengan tidak adanya perhatian dari pemerintah untuk memperingati perjuangan para pahlawan,”Jelasnya

Disisi lain Tamu undangan Asep Saifullah mengaku kecawa kepada pemerintah kota cilegon,seharusnya pemerintah mampu melaksanakan kegiatan mengenan perjuangan pahlawan geger cilegon dengan lebih meriah setiap tahunnya.

"Seharusnya pemerintah kota cilegon lah yang menggelar acara seperti ini, dan bahkan lebih meriah,"Tutupnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: