seputarbanten.com-CILEGON, DPRDCilegon mendukung rencana Pemkot Cilegon untuk melakukan pembongkaran terhadap bangunan liar di gerem.Wakil Ketua DPRD Cilegon Sihabudin Sibli mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah cilegon.

"Tentunya harus kita dukung, dan masyarakat juga harus ikut melakukan pengawasan," katanya.

Dulatif warga lainnya mengatakan, keberadaan warem dan bangunan liar harus dibongkar. Sebab, berdirinya warem di Cikuasa Pantai dan Kramat Jaya berawal dari bangunan-bangunan liar tersebut.

"Kami tetap mendukung walikota untuk segera membongkar bangunan liar dan warem yang ada di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Jaya," katanya.

Perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Gerem Urip Haryantoni meminta kejelasan dari pernyataan anggota dewan yang mendukung warga untuk mempertahankan bangunan miliknya, sebab dia menilai hal itu sama sekali tidak masuk akal.

"Kami meminta pertanggungjawaban pernyataan anggota dewan yang mendukung warga. Bangunan yang ada di tanah PJKA jelas bangunan bukan miliknya, jelas mereka tidak mempunyai IMB dan kejadian kemarin adalah prosesnya panjang karena sudah beberapa kali dilakukan kroscek kebenarannya. Kita juga sudah mengikuti beberapa kali pembongkaran, ketika pembongkaran sebelum Ramadan pak camat diintimidasi oleh oknum TNI," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan langkah Pemkot Cilegon yang menunda eksekusi pembongkaran warem Senin (25/7) kemarin, padahal bangunan-bangunan yang ada di dua lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab adanya warem di sana.

"Kami kecewa karena tidak jadi dibongkar malah diberikan waktu 14 hari. Bapak orang tua kami, dan bapaknya juga sudah tau kalau di sana adalah tempat prostitusi. Dulu bantaran rel kereta api sudah habis dibongkar 2013. Tetapi dibangun oleh orang-orang yang memiliki uang, sebab kalau orang miskin enggak akan mereka membangun bangunan itu. Kita kroscek, kalau mereka warga Gerem kita carikan solusinya, tapi mereka itukan pendatang dan enggak jelas," ujarnya.

Perwakilan Karang Taruna Gerem Miftah Farid mempertanyakan posisi Dewan yang notabene sebagai wakil rakyat. Alasannya karena beredar kabar di kalangan warga bahwa ada salah satu anggota DPRD Cilegon yang pasang badan agar pembongkaran itu tidak dilakukan.

"Dewan ini pembela rakyat apa pembeking, saya pikir anggota dewan itu jenius dan beragama, ketika berbicara tempat maksiat pindahkan saja ke lingkungan anggota dewan kalau tidak mau di gusur. Tolong perhatikan masyarakat banyak dibandingkan masyarakat kecil. Kenapa keresahan itu tidak dibenahi malah dibiarkan," ujarnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: