seputarbanten.com-SERANG, Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koprasi (Disperindakop) kota serang, memberikan ijin pukuhan Pedagang Kaki Lima agar dapat berjualan dibahu jalan pasar rau serang.

Pemberian ijin ini, lantaran pengurus Rukun Tangga (RT) dilingkungan tersebut, meminta kepada disperindakop untuk di berikan ijin berdagang kepada PKL, hal ini disampaikan kepala dinas disperindakop kota serang, Ahmad Benbela saat ditemui dikantornya.

Menurut, Ahmad Benbela, Pemberian ijin ini lantaran PKL yang berjualan dibahu jalam tersebut ada yang bertanggung jawab,sehingga jika terjadi sesuatu kami dengan mudah menegor penanggung jawab tersebut.

"Dengan permintaan ijin dari pengurus RT dan selaku penanggung jawab, maka kami (Disperindakop_red) berani memberikan ijin kepada puluhan PKL tersebut,"Tuturnya

Ahmad Benbela, mengatakan PKL yang berdagang disepanjan bahu jalan tersebut juka akan dikelola oleh UPTD pasar, sehingga akan dikenakan retibusi nerjualan.

"PkL yang berjualan disepanjang bahu jalan tersebut, akan dikenakan biaya retibusi, yang akan dikelola oleh UPTD pasar,"Katanya

Sementara itu, Khairuz Zaman manager PT. Pesona Banten Persada (PBP), selaku pengelola pasar rau, mempertanyakan akan kejelasan wewenang para PKL yang berjualan disepanjang jalan tersebut.

"Makanya kita melampirkan surat kerja sama dengan kepada Pemkot Serang. Agar penertiban ini dapat kita lakukan sendiri, asalkan wewenangnya dapat dilimpahkan ke kita,” ungkapnya

Kemudian Khairuz, mengaku saat ini masih menunggu hasil kesepakatan dengan Pemkot Serang, mengenai penertiban PKL di pinggi jalan Rau tersebut.

“Karena PKL di pinggi jalan trotoar Rau tidak memiliki izin untu jualan, dan terdapat oknum yang mengelola para PKL ini. Makanya kita berharap kepada Pemkot Serang untuk secepatnya merevisi wewenang penertiban PKL,” paparnya.

Sambil menunggu revisi wewenang penertiban PKL, masih kata Khairuz, pihaknya pun mencaritau siapa yang mengelola para PKL dipinggi trotoar tersebut.

“Karena kita khawatir pengelolanya adalah oknum dari PT Pesona Banten Persada, karena dapat membuat nama pengelola pasar rau menjadi jelek saja,” jelasnya.

Dari pantauan dilokasi, PKL yang berjualan di pinggir jalan trotoar pasar rau kerap menyebabkan kemacetan, karena para pembeli memarkirkan kendaraanya disembarang tempat.Bahkan para PKL tersebut dikenakan biaya Rp 2.000.tutupnya (Andreas)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: