seputarbanten.com-MERAK, Geram terhadap rencana pemerintah kota cilegon, yang akan membongkar semua bangunan yang nerada dilingkungan keramat raya dan cikuasa pantai, Ratusan ibu rumah tangga lingkungan keramat raya Rt 02 Rw 01 kelurahan gerem kecamatan gerogol, sore tadi (23/7), melakukan aksi pembongkaran bangunan warung remang-remang (Warem) dilingkungannya.

Dari dua bangunan yang akan dihancurkan warga, satu bangunan dapat dihancurkan tampa perlawanan dari pemilik,namun satu lagi pemilik bengunan meminta dan berjanji akan membongkar sendiri.

Neni (42) warga yang melakukan aksi, mengatakan aksi yang dilakukan warga ini lantaran telah kesal akibat adanya warem,bangunan milik warga terkena imbas rencana pembongkaran yang akan dilakukan pemetintas.

"Bertahun-tahun kita tinggal disini belum pernah pemerintah merencanakan pembongkaran, namun akibat warem-warem yang nakal kami kena imbas,"Katanya sambil terus menimpuki warem.

Warga lain yang kesal, Wati menceritakan bahwa saat warga lain panik warem milik ibu sum (warem yang dibongokar warga) semalam masih melakukan aktivitas, dan warga langsung menghentikan aktivitas tersebut, dan meminta warem tersebut untuk dibongkar sendiri.

"Paginya sudah dipinta oleh warga untuk di bongkar sendiri, namun sampai tiga kali peringatan pemilik warem tidak menuruti permintaan warga, akhirnya warga kesal dan kumpul untuk membongkar,"Tuturnya

Sementara Joheni atau yang akrab dipanggil Kang Jen tokoh masyarakat sekitar, yang sempat mererai perdebatan warga dengan pemilik warem,mengaku hal yang dilakukan warga ini suatu kewajaran, karna warga tidak mau terkena imbas pembongkaran.

"Ini kewajaran yang dilakukan warga,karna mereka menganggap pembongkaran yang akan dilakukan pemerintah kepada semua bangunan karna imbas dari keberadaan warem,"Jelasnya seusai mererai perdebatan warga.

Namun Mang Jen, telah meminta kepada warga untuk tidak anarkis dalam melakukan tindakan, sehingga ia dalam aksi tersebut hanya mengawasi khawatir warga anarkis.

"Saya tidak dapat menghalaangi tindakan warga,namun saya hanya meminta warga untuk tidak anarkis,"Ungkapnya

Melalui sambungan telepon Asisten Daerah (Asda) 1 Kota Cilegon Taufiqurrohman, menyayangkan aksi warga tersebut, menurutnya hal itu tidak boleh dilakukan warga karna pembongkaran adalah tugas dari pemerintah.

"Saya tidak tau, karna saya tidak melihat sendiri, namun saya sayangkan jika warga melakukan tindakan tersebut, karna untuk membongkar bangunan tersebut adalah tugas pemerintah, jika warga yang melakukan saya khawatir ada keributan,"Tutupnya.(Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: