seputarbanten.com-MERAK, Stasiun Kreta Api merak, yang merupakan stasiun kereta terakhir di pulau jawa, tetapi amat di sayangkan stasiun tersebut tidak memiliki pintu keluar dan masuk kedalam stasiun tersebut.

Menurut Galih Indrayana, Juru Akir stasiun merak menuturkan penumpang kereta api yang turun di stasium merak atau yang akan ke dalam stasiun, mesti menyusuri rel kereta dan cukup jauh jarakny, dari luar.

"Penumpang yang akan masuk atau keluar stasiun mesti menyelusuri rel kereta yang jaraknya cukup jauh,"Tuturnya.

Karna harus menyelusuri rel kereta, Galih mengaku ini amat berbahaya pada penumpang,petugas harus bekerja extra Untuk keamanan penunpang.

"Terutama pada saat kereta api akan memutar lokomotif,kita harus mengawasi penumpang yang baru turun dan akan keluar dari stasiun, khawatir bersinggungan dengan kreta yang akan memutar,"Jelasnya.

Galih mengaku,tidak adanya pintu keluar masuk menjadi keluhan utama petugas di stasiun merak, ia berharap pelabuhan ASDP merak dapat bersinerji dan memberikan akses pintu,untuk penumpang bisa langsung keluar.

Hari ini (5/7)sedang ada kunjungan dari, perum KA yang akan mengefaluasi masalah pintu keluar masuk kedalam stasiun, dan ini mudah-mudah bisa membantu untuk mengadakan pintu tersebut,"Harapnya.

Sementara itu, Mimin (41) penumpang kereta menyayangkan ketidak tersediaan pintu keluar masuk tersebut, biasanya ia lebih memilih untuk naik kereta dari stasiun cilegon.

"Biasanya kita lebih memilih naik kereta melalui stasiun cilegon yang akses jalannya mudah,"Ujarnya

Informasi yang didapat seputar banten mengenai arus mudik di stasiun merak, selama musim mudik (H-7) telah terjadi peningkatan setiap harinya, yang biasanya penumpang yang turun dan naik setasiun merak hanya 5 orang, tetapi pada arus mudik kali ini bisa mencapai 350 orang penumpang turun stasiun dan penumpang naik 138 orang.dan kemungkinan kepadatan akan terjadi kembali pada arus balik H+3.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: