seputarbanten.com-MERAK, Rencana pemkot cilegon yang akan melakukan pembongkaran tahap ke 3 sejumlah warung remang-remang (Warem) dan bangunan liar dilingkungan cikuasa pantai dan keramat raya menuai protes dari sejumlah warga.

Informasi yang dihimpun seputar banten protes warga ini terkait perubahan rencana pembongkaran,yang rencananya hanya kepada warem dan bangli yang menempati pipa gas, namun pembongkaran yang akan dilakukan pada tanggal 25 juli 2016 ini,akan membongkar seluruh bangunan yang menempati tanah PJKA dan Bahu jalan nasional.

Selain itu protes warga terkait rencana tersebut adalah waktu yang hanya diberikan kepada pemkot cilegon yang cuma empat hari dari hari ini, dan tampa sosialisasi terlebih dahulu.

Dalam pendistribusian surat himbauan remcana pembongkaran, anggota Satpol PP dan Trantib kelurahan gerem mendapatkan reaksi dari seorang warga yang menghalang-halanginya, hingga KTP kasi trantib dan staf kelurahan ditahan warga tersebut. dengan alasan petugas tersebut tidak memiliki surat tugas.

Ditemui salah satu warga yang telah menerima surat, mengaku kecewa dengan tindakan pemkot cilegon yang merubah rencananya tampa terlebih dahulu sosialisasi.

"Kami sadar menempati tanah milik PJKA, namun untuk pindah secepat tidak lah mungkin,karna untuk mencari tempat tinggal perlu waktu dan dana,"Jelasnya.

Ditemui camat grogol, H. Hudri Hasun saat melakukan rapat dengan petugas yang mendistribusikan surat yang kembali ke kantor kelurahan gerem karna tindakan warga tersebut mengaku, tetap akan melakukan pembongkaran pada tanggal tersebut.

"Karna ini adalah perintah walikota, kita tetap akan melakukan pembongkaran pada bangunan tersebut,"Jelasnya.

Saat ditanya perubahan tentang rencana tersebut, Hudri mengaku pembongkaran semua bangun ini dilakuka agar tidak ada kesenjangan sosial.

"Agar tidak ada iri antara pemilik warem, dan bengunan yang sama-sama tinggal di tanah PJKA,"Pengakauannya

Asda 1 Toufiqurahman membenarkan ketika menempelkan surat edaran kepada para pemilik warem dan Bangli di lingkungan Kramat Raya Kelurahan Gerem,Kecamatan Grogol ada salah satu Warga ayah dari Anggota Dewan Golkar Andi Kurniadi yang bernama Jeni menolak dengan alasan bahwa bangunanya itu tidak masuk untuk dibongkar,

"Saya mendapt laporan bahwa ada salah satu Warga ayah dari salah anggota Dewan Golkar Andi Kurniadi yang bernama Jeni menolak bangunanya untuk dibongkar dan terkait itu kita ada rencana untuk memanggil orang tersebut untuk diberi penjelasan,"ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan,baru saja Pak Taufiqurahman Asda 1 melapoorkan kesaya  bahwa ada warga yang menolak untuk dibongkar yang katanya ayah dari Andi Kurniadi anggota Dewan Golkar Yang mempunyai bangunan itu,

"Ya baru saja saya dapat laporan,akan tetapi masalah iniakan saya sampaikan terlebih dahulu kepada Pak Wali.terkait masalah ini,"jelasnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: