seputarbanten.com-CILEGON, Warga Pondok Cilegon Indah (PCI), Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber menjadi korban aksi penipuan lewat hipnotis. Dari ciri-ciri, pelaku diduga warga negara asing (WNA) Tiongkok. Akibat, kejadian itu uang jutaan rupiah dan beberapa barang berharga dan dukumen penting korban hilang digondol pelaku.

Berdasarkan informasi, korban saat ini hendak menemui keluargannya di Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Korban sempat berhenti di sekitar Masjid Agung Cilegon untuk membeli sesuatu.

Saat berada di area Masjid Agung Cilegon, pelaku yang memiliki ciri-ciri berperawakan tambun dan bermata sipit itu menghampiri korban. Disana pelaku menanyakan tempat penukaran uang atau Money Changer, sambil menunjukan mata uang asing kepada korbannya.

Karena warga Tionghoa itu butuh bantuan, korban yang mengetahui tempat penukaran uang di wilayah PCI, akhirnya membantu pelaku. Dengan menggunakan mobil Avanza milik pelaku akhirnya korban kembali ke PCI untuk menukarkan uang mata asing tersebut.

Sebelum ke tempat tujuan, pelaku sempat berpura-pura haus. Merasa iba, korban akhirnya pulang kerumahnya untuk mengambil air minum. Saat akan turun dari mobil korban diminta untuk meninggalkan tasnya di mobil. Korban yang tidak merasa curiga menuruti permintaan pelaku.

Selanjutnya, korban dan pelaku turun dari kendaraan dan masuk ke rumah korban. Saat korban mengambil air minum ke dapur, pelaku yang menunggu di ruang tamu hilang membawa kabur tas korban yang berisikan uang jutaan rupiah dan beberapa barang berharga. Disanalah, korban menyadari dirinya menjadi korban penipuan.

Anak korban, Mario Sardadi Oetomo mengaku ibu kandungnya menjadi korban hipnotis. Diperkirakan kerugian atas kejadian itu mencapai jutaan rupiah. Sebab, sejumlah harta yang dibawa kabur pelaku di antaranya dompet, telepon genggam, dan uang tunai Rp juta. Telepon genggam, dan uang tunai Rp juta. 

"Barang-barang yang hilang dompet berisi, KTP, ATM, uang tunai dan barang berharga lainnya. Selain itu, telepon genggam juga hilang," katanya kemarin (29/7)

Menurut Mario, dari keterangan orangtuanya, pelaku merupakan WNA. Pasca kejadian itu, dirinya bersama orangtuanya langsung melaporkan kejadian itu kepada pohak kepolisian.

"Jadi modusnya dia berpura pura menukarkan mata uang asing," ujarnya.

Sementara Kapolres cilegon, AKBP Raden Romdhon Natakusumah mengatakan, untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya Aksi kejahatan jalanan tersebut, pihaknya telah meminta agar jajarannya mengintensifkan patroli di jam-jam tersebut.

"Mengantisipasi itu, kami sudah meminta agar anggota dijajaran Polsek dapat mengaktifkan patroli," katanya.(Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: