seputarbanten.com-CILEGON, Tiga korban Kapal Motor (KM) Kartika II pengangkut 55 ton yang terisi dari 1.972 tabung gas elpiji yang tenggelam di Perairan Selat Malaka pada 14 Agustus 2016 lalu berhasil diselamatkan Kapal MT Southernpec 12 yang kebetulan melintas saat hendak menuju Pelabuhan Pelindo, Ciwandan.

Adapun nama-nama korban yaitu, Sudirman (27) Anak Buah Kapal (ABK), Aldi (32) ABK dan Andi Acok (34) Kapten Kapal. Ketiganya saat ini tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggung Rawi, Kota Cilegon karena kondisinya cukup lemah, setelah tiga hari terkatung-katung ditengah laut.

Berdasarkan informasi Kapal dengan kapasitas 24 grosston (GT) itu semula Sabtu (13/8/2016) bertolak dari Pelabuhan Pangkal balam Pangkalpinang menuju Pelabuhan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung untuk mengantarkan 1936 tabung jenis 12 kilogram dan tabung elpiji 50 kilogram sebanyak 12 tabung.

Kapal yang hilang ini dinahkodai oleh Acok dan 3 anak buah kapal (ABK), yakni Armansyah, Aldi, Sudir dan Haji Asek. Kapal pembawa ribuan tabung elpiji tersebut tenggelam diduga akibat dihantam gelombang setinggi 1,5 meter, setelah melakukan perjalanan selama 14 jam. 

Sebelum tiga korban yang dibawa ke Kota Cilegon ditemukan selamat. Dua korban lainnya terlebih dahulu berhasil ditemukan oleh nelayan Kurau, Bangka Tengah sekitar 5 hingga 6 mil dari daratan.

Korban mengalami luka bagian punggung. Setelah terapung tiga hari tiga malam.Kapten kapal, Andi Ucok mengaku tidak mengetahui secara detail, penyebab tenggelamnya kapal pembawa tabung gas tersebut.

Saat terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi secara tiba-tiba mesin kapal mati dan lambung kapal mengalami kebocoran.
"Diatas kapal kita ada lima orang, tiba-tiba air sudah penuh didalam kapal mungkin karena ada yang bocor. Saat itu sedang terjadi gelombang tinggi," katanya

Menurut Andi, setelah kapalnya tenggelam, dirinya dan kedua rekannya terapung-apung ditengah laut selama tiga hari. Selama ditengah laut, ketiganya diselamatkan oleh tabung gas yang mengapung.

"Yang dua saya tidak tau, tapi kami selama diatas laut hanya berpegangan pada tabung gas," ujarnya.

Andi mengungkapkan, selama tiga hari diatas laut, dirinya berusaha meminta tolong kepada kapal-kapal yang melintas. Namun tidak ada kapal yang menolongnya, hingga akhirnya Kapal MT Southernpec 12, kapal berbendera Singapura yang hendak menuju Ciwandan menyelamatkannya.

"Kalau yang lewat banyak tapi tidak ada yang mau menolong. Beruntung ada kapal Singapur yang melihat kita. Sebenarnya kapal itu sudah lewat jauh tapi kapal itu kembali menolong kita," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Pos Sar Banten Hairoe Amir Abyan mengaku tidak mengetahui adanya evakuasi korban kapal tenggelam di Selat Malaka. Meski begitu pihaknya akan berkoordinasi dengan Basarnas asal korban yang ditemukan selamat tersebut.

"Terimakasih informasinya, nanti kita akan koordinasikan dengan yang disana (Jambi-red)," katanya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: