seputarbanten.com-CILEGON, ntuk mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) diwilayah Kelurahan Citangkil. Kepolisian Sektor (Polsek) Ciwandan bersama Kasi Trantib Kelurahan Citangkil menggelar operasi yustisi dan pekat di RW 01 Linkungan Citangkil dan Waduk Kerenceng lingkungan RW 08 Masigit dan RW 07 Kubang Sepat pada sabtu malam (06/08).

Operasi yustisi dan pekat yang tertuju pada kos-kosan/kontrakan dan tempat-tempat yang dapat memicu penyakit masyarakat ini berhasil menjaring 2 unit motor yang tidak memiliki surat kendaraan, 3 warga yang tak memiliki KTP dan 25 Warga pendatang yang Kartu Identitasnya masih identitas luar Kota Cilegon.

Kegiatan operasi kali ini Kasi Trantib Kelurahan Citangkil Ali Wahdi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada polsek Ciwandan, pasalnya dengan kepeduliannya polsek ciwandan telah membantu dan mendukung ketertiban dan keamanan diwilayah Citangkil.

“Operasi ini salah satu kiat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit masyarakat atau lonjakan penduduk pasca lebaran lalu” terangnya.

Lebih lanjut Ali menerangkan bahwa ke 28 warga yang terjaring karena masih memiliki KTP tempat asal tinggalnya diberikan himbauan untuk segera mengurus KTPnya agar segera memiliki KTP Kota Cilegon.

“Secara aturan bila ada warga pendatang yang sudah menetap minimal 6 bulan lamanya harus segera pindah domisili atau mengurus perpindahan KTP dari tempat asal tinggalnya ke tempat yang baru”, tegasnya.

Selain itu Ali menegaskan untuk tidak menjadikan area Waduk milik PT. Krakatau Tirta Indsutri sebagai tempat untuk kumpul atau nongkrong-nongkrong. Apalagi dijadikan tempat yang bertentangan dengan nilai, norma, aturan dan hukum masyarakat setempat.

“Area Waduk tersebut memang gelap, kalaupun ada lampu penerangan tapi tidak mencukupi untuk menerangi sepanjang jalan yang dilokasi waduk. Untuk itu kami memohon kepada pihak PT. Krakatau Tirta Industri untuk memasang lampu penerangan di setiap jalan di area waduk tersebut”, jelasnya.

Ditempat terpisah Wawan Warga Lingkungan kubang sepat, amat mendukung dengan adanya oprasi yang dilakukan kelurahan, apalagi jika ada aturan tertulis larangan untuk tidak menjadikan waduk sebagai tempat nongkrong.

"Terkadang diwaduk ini bukan hanya dijadikan tempat tongkrongan, tetapi banyak sekali pelanggaran yang tidak pantas dilihat, sehingga penting jika larangan itu dipertegas dengan tulisan atau ada pengawasan yang menjaga tempat tersebut", Harapnya. (Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: