seputarbanten.com-RAWAARUM, Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dilingkungan tegalwangi keruwuk kelurahan rawaarum kecamatan grogol, warga sekitar menuding penyebab banjir karna adanya penyempitan aliran kali akibat pembangunan PT. Krakatau Osaka Steel (KOS) yang berada dikawasan Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC) krakatau Steel (KS).

Karna hal tersebut warga dilingkungan melayangkan surat untuk melakukan mediasi meminta per-tanggung jawaban dari PT.KOS atas dampat dari pembangunan industri baja tersebut, akan tetapi karna KS sedang ulang tahun, manegement PT. KOS berinisiatib untuk mendatangi warga dilingkungan tresebut.

Pertemuan tersebut dilakukan didalam Musholla Baabuttaqwa dilingkungan tegalwangi keruwuk, yang dihadiri oleh 15 orang yaitu ketua Rt, Rw dan tokoh pemuda.

Dalam pertemuan tersebut warga memyampaikan tuntutannyaa kepada menegement seperti penanggulangan dampak banjir dan kesenjangan sosial yang terjadi terkait adanya pembagunan yang berdampak pada warga sekitar.

Seusai pertemuan, General affair PT.KOS, Mahjumi mengatakan banjir yang terjadi tidak sepenuhnya karna pembangunan perusahaannya, namun banyak paktor yang perlu dikaji kembali, meski demikian pihaknya akan mendorong pihak-pihak terkait untuk menanggulangi hal tersebut, terurama PT.KIEC selaku pemilik lahan.

"Yang dapat kita lakukan saat ini memberikan bantuan kepada warga terdampak, berupa kebutuhan warga mengenai sarana umum, sementara untuk penanggulangannya kita akan dorong pihak terlait terutama PT.KIEC," katanya

Sementara mengenai kesenjangan sosial warga yang meminta dipiyoritaskan dalam recuitment, Mahjumi menuturkan pihaknya telah berkomitment dengan mengutamakan warga lokal cilegon dengan porsi 70 persen warga lokal banten dan 30 persen warga luar.

"Kita telah berkomitmen dengan mempiyoritaskan warga cilegon dari 43 kelurahan dan 8 kecamatan dikota cilegon dengan membagi porsi 70 persen dan 30 persen dengan warga luar dari 160 pemerimaan tenaga kerja bagian produksi," tuturnya

Ditempat yang sama, Husen Saidan ketua Rt 06 yang juga ketua LSM Gappura Baten, menjelaskan tentang banjir yang terjadi sebelum dibangun perusahan tersebut tidak separah saat ini, namun ia mengapresiasi dengan itikat baik manejement perusahan yang hadir langsung menemui warga.

"Sebelum adanya bangunan perusahaan tersebut banjir dilingkungan tidak separah saat, selain banjir yang parah kesenjangan sosial seperti rekutmen tenaga kerja perusahan harus dapat mempiyoritaskan warga terdampak, dengan memberikan jatah 30 persen rawa arum dan 30 persen warna sari sisanya warga kelurahan lain dari 100 perasen kauta warga cilegon," Jelasnya

Sementara itu ketua Rw 07 lingkungan keruwuk, Faturohmi mengatakan hal yang sama dan ia meminta perusahan tetap berkomitmen secara jangka panjang terhadap warga sekitar yang merupakam warga terdampak.

"Untuk menanggulangi banjir, perusahan diharapkan memperbesar aliran kali yang berada didekat perusahan KOS, dan berkomitmen janga panjang untuk beritikat baik dengan warga terdampak," ujarnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: