seputarbanten.com-MERAK, Terkait penolakan rencana relokasi warga cikuasa pantai yang bangunan rumahnya dibongkar oleh pemerintah kota cilegon karna menempati lahan PJKA, ke rumah singgah dinas sosial, Asisten Daerah 1 (Asda 1) kota cilegon Taufiqurrohman menduga adanya rekayasa warga untuk tetap bertahan agar memdapat perhatian hukum.

Taufiq menganggap jika warga yang saat ini menempati tenda-tenda karna tidak mampu seharusnya mau diarahkan untuk direlokasi sementara ke rumah singgah dinas sosial, akan tetapi warga menolak rencana tersebut.

"Saya menduga ada rekayasa warga untuk mendapatkan perhatian hukum, pasalnya mereka tidak mau kita arahkan ke rumah singgah jika memang mereka tidak mampu,"katanya

Taufiq menjelaskan, berdasarkan data yang ada sebelum pembongkaran warga dilingkungan tersebut sebagian besar merupakan warga yang melakukan usaha ditempat tersebut.

"Warga dilingkungan cikuasa pantai sebagian besar usaha seperti bengkel, rumah makan dan kafe-kafe, dan yang benar-benar warga disitu sekitar 77 KK, saya kira mereka yang usaha sudah punya rumah ditempat lain," jelasnya

Taufiq menuding warga yang saat ini bertahan hanya ada disiang hari dan jika pada malam hari warga pulang kerumahnya ditempat lain.

"Warga jika siang saja ramai, sementara jika malam hari warga pulang kerumahnya masing-masing yang saat ini ada, itu mendandakan mereka sebenernya punya rumah dan tenda-tenda tersebut merupakan rekayasa," ungkapnya

Taufiq berharap, warga dapat mematuhi hukum dan mau melaksanakan arahan dari pemerintah, sehingga tidak menghambat program pemerintah kota cilegon, untuk penataan kota.

"Saya berharap warga mau mematuhi hukum dan mau diarahkan oleh pemerintah, agar program dari penataan kota dapat berjalan," harapnya.

Sementara itu, Berdasarkan informasi yang didapat seputar banten, Warga pagi tagi (22/8), Tengah menuju istana negara, untui melaporkan nasibnya paska pembongkaran.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: