seputarbanten.com-CILEGON, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon, memusnahkan daging celeng ilegal sebanyak 1.958 Gulma sebanyak 5 ton. Pemusnahan dengan cara dibakar menggunakan incinerator, dan disaksikan langsung oleh Petugas BKP Kelas II Cilegon bersama dengan pihak Kepolisian, ASDP Merak, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, BKSDA, Karantina Ikan, Karantina Kesehatan, (3/8)

Menurut Kepala BKP Klas II Cilegon, Bambang Haryanto, daging celeng yang dimusnahkan tersenut merupakan hasil tangkapan pada 1 Mei 2016 di KM 65 jalan tol Merak – Jakarta. Daging diangkut menggunakan truk fuso nopol BK 9580 CN oleh sopir bernama Susanto (37),

"Daging berasal dari daerah Jambi dengan tujuan DKI Jakarta. Daging tidak dilengkapi dokumen persyaratan dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina sehingga beresiko menyebarkan penyakit,” ujarnya

Bambang menambahkan gulma yang dimusnahkan merupakan hasil pemisahan biji gandum impor asal Australia milik 3 perusahaan, yakni PT Pundi Kencana, PT Bungasari Flour Mills, dan PT Nutrindo Bogarasa.

"Berdasarkan hasil uji lab BKP Kelas II Cilegon, gandum tersebut membawa biji gulma jenis Asphodelus Fistulosus impor asal Australia ," tambahnya

Bambang menjelaskan Pemusnahan terhadap waste yang mengandung gulma tersebut dilaksanakan untuk mencegah berkembangbiaknya gulma di Indonesia.

"salah satu dampak menyebabkan kehilangan hasil sekitar 42% pada tanaman budidaya seperti jagung tebu, tembakau, kubis, jeruk, dan tanaman lainnya,” jelasnya

Berdasarkan pelanggaran tersebut, Bambang mengegaskan pelaku diduga telah melanggar pasal 31 ayat (1) Jo. Pasal 6 huruf (a) dan (c) atau pasal 31 ayat (2) Jo. Pasal 6 huruf (a) dan huruf (c) UU RI nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman pidana maksimal 3 tahun penjara dan denda sebanyak Rp150 juta.

"Pelaku diancam hukuman maksimal 3 tahun penjara dengan denda sebanyak 150 juta," tegasnya.(Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: