seputarbanten.com-CILEGON, Aksi balap liar atau trek-trekan kembali marak di Kota Cilegon. Bahkan, aksi balapan liar itu sering dilakukan di Jalan Protokol hingga Administrasi Building (ADB) dan Jalan Kawasan PT Krakatau Steel (KS). Balapan dilakukan anak-anak muda mulai pukul 00.00 WIB hingga dini hari. 

sebagian besar para pembalap liar tersebut tidak lain adalah remaja atau pemuda tanggung, baik warga Cilegon maupun luar daerah. Mereka kerap kali kucing-kucingan dengan aparat kepolisian.

Aksi balap liar itu sering dilakukan pada saat malam minggu. Salah satu pelaku balap liar, Amin mengatakan, balapan liar mulai terlihat ramai pukul 01.00 WIB, terutama saat malam minggu dan libur. Penontonnya juga penuh di sekitar lokasi setiap kali melakukan aksi balap liar.

"Jalur balapnya dimulai dari Ramayana memutar di puteran ragent dan kembali ke arah Ramayana. Jarak trek balapnya mulai dari 400 meter sampai 500 meter," katanya

Menurut Amin penonton hingga pembalap liar itu sendiri jumlahnya mencapai puluhan hingga seratusan orang. Rata-rata usia mereka masih muda yakni anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat. Bahkan, selain warga Cilegon, aksi balap liar itu juga sering mengundang lawan dari luar daerah.

"Ada juga cewek yang ikut menonton. Kalau yang ikut kadang dari Jakarta, Tangerang juga datang kesini," ujarnya. 

Amun mengungkapkan, ada tiga lokasi yang sering digunakan untuk aksi balap liar diantaranya, Jalan Protokol depan Ramayana Cilegon, Jalan ADB Cilegon hingga Merak dan Jalan Kawasan KS. Ketiga lokasi itu dianggap strategis lantaran memiliki jalur lurus.

"Kalau kena razia polisi, kita pindah-pindah di tiga lokasi itu," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Amin menambahkan, sebagai pelaku balapan liar, banyak resiko yang dihadapi seperti terjatuh saat beraksi hingga menyebabkan luka-luka, bahkan hingga meninggal dunia. Tapi hal itu tidak membuat pelaku balap liar kapok.

"Ya itu sudah resiko, namanya juga balapan," tambahnya. 

Amin mengungkapkan, selain menguji kemampuan kendaraan roda dua milik pelaku balap liar, aksi itu juga digunakan sebagai ajang taruhan yang nilainya bervariatif tergantung dengan kesepakatan pelaku balap liar.

"Kalau ada tamu dari luar daerah, pasti pakai taruhan. Kalau sesama anak Cilegon paling buat tes drive saja," ungkapnya. 

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Rifki Seftrian belum dapat dikonfirmasi baik melalui sambungan telepon seluler maupun didatangi di kantornya, terkait maraknya aksi balap liar di wilayah Kota Cilegon. Namun berdasarkan informasi, beberapa waktu lalu Polres Cilegon berhasil mengamankan belasan kendaraan para pelaku balap liar, lantaran banyaknya aduan masyarakat. (Teguh)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: