seputarbanten.com-GEREM, Sorang ibu hamil (Fitri) d yang menempati tenda dibekas gusuran dilingkungan cikuasa pantai Rt 01 Rw 02 kelurahan gerem, Selasa 17 Agustus harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota cilegon, setelah mendapatkan perawatan dari puskesmas pulomerak.

Menurut keterangan dari warga sesampainya di RDUD kota cilegon, Anak pertama dari ibu tersebut tidak tertolong karna beberapa menit sebelum dilahirkan telah meninggal dunia, namun persalinan dapat dilakukan dengan cara normal, meski saat ini (18/8) setelah dilakukan proses ibu si bayi masih dalam perawatan RSUD kota cilegon.

Memurut keterangan dari kepala UPTD puskesmas pulomerak, Dr Faisal yang mendapatkan laporkan pada jam 11 kemarin (17/8) adanya ibu hamil yang akan melahirkan, namun setelah dilakukan pemeriksaan janin dalam kandungan sudah meninggal.

"Hasil pemeriksaan dalam kandungannya ada kelainan, sehingga saya perintahkan untuk observasi kemajuan persalinan agar lahir dipuskesmas, namun akhirnya harus dilarikan ke RSUD kota cilegon," jelasnya

sementara mertua dari ibu yang melahirkan Sugiati, membenarkan hal tersebut, ia mengatakan kondisi menantunya yang tertekan pikiran karna rumah dari orang tuanya yang janda dan mertuanya sudah tidak adalagi, sehingga ia selalu kepikiran mau tinggal dimana.

"Ini karna menantu saya (Fitri_Red) harus menanggung beban pikiran, karna sudah tidak adalagi tempat untuk berteduh, rumah orang tuanya dan juga mertua sudah tidak adalagi, sehingga mengganggu janinnya," katanya (18/8)

Setelah menguburkan bayi tersebut pada pemakaman umum warga dilingkungan sumur uluh, Sugianti saat ini tengah memikirkan biaya atas peroses persalinan anaknya yang saat ini masih dirawat dirumah sakit, lantaran keluarganya paska gusuran sudah tidak mampu lagi untuk membiayai hidup.

"Saat ini kita tengah memikirkan biaya dari proses persalinan, sementara BPJS pun anak kami belum punya," tuturnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: