seputarbanten.com-CILEGON, Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Program Adipura Kota Cilegon Tahun 2016 di Aula Setda II Kota Cilegon, Rabu (10/8), mengatakan masyarakat harus mengubah mindset bahwa sampah bukan lagi hal yang bau dan menjijikan. Namun, sampah juga bisa menghasilkan uang dan mendatangkan berkah bagi masyarakat dengan memanfaatkan keberadaan bank sampah.

“Sekarang kita harus ubah mindset kita kalau sampah itu uang.Ubah itu mindset kalau sampah itu bau atau jijik. Ayo para lurah dan camat juga dorong masyarakat agar mempunyai mindset sampah bisa mendatangkan berkah,” ujarnya.

Menurut Wikipedia, bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah ini dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas.

Penyetor atau nasabahnya adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank sampah itu berada, serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.Sudah ada beberapa hasil dari olahan bank sampah ini, dari sampah plastik-plastik yang sudah dikumpulkan dibuat menjadi barang bernilai seperti tas, dompet dan beberapa pernak-pernik lainnya.Di depan peserta rapat yang hadir,

Edi mengatakan di kota-kota besar seperti Malang, Balikpapan, dan Bandung, bank sampah sudah menjadi tren. Edi pun mengajak agar Kota Cilegon jangan mau tertinggal.

“Di kota-kota besar seperti Balikpapan, Malang, atau Bandung, bank sampah itu sudah jadi tren. Kita jangan sampai kalah. Mudah-mudahan nantinya di satu kelurahan ada satu bank sampah,” tuturnya.

Dalam rapat tersebut Edi juga menghimbau agar Sertifikat Adipura yang baru saja diraih Pemerintah Kota Cilegon dijadikan langkah awal untuk mendapatkan Piala Adipura. Pihaknya berharap bahwa Sertifikat Adipura ini dapat dijadikan langkah awal untuk mendapatkan anugerah Piala Adipura, baik Adipura Buana (layak huni), Adipura Kirana (kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism, and investmentberbasis lingkungan hidup/attractive city), dan Adipura Paripurna (penghargaan tertinggi terhadap kota/ibukota kabupaten/kota yang telah mampu memberikan kinerja terbaik untuk kedua kategori adipura di atas).

“Salah satu strategi untuk meraih itu adalah dengan peningkatan program adipura, yang bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mewujudkan kota bersih dan teduh (clean and green city).Sedangkan hambatan untuk mewujudkan green city adalah pertumbuhan pohon di Cilegon kalah banyak dengan pertumbuhan industrinya. Kami yakindengan partisipasi dari seluruh masyarakat, peningkatan program adipura tersebut bisa direalisasikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Epud Syaefudin mengatakan tujuan dari diadakannya Rapat Koordinasi Peningkatan Program Adipura Kota Cilegon Tahun 2016 tersebut adalah untuk menyamakan persepsi dan mengajak semua elemen masyarakat Cilegon untuk aktif berpartisipasi agar Cilegon dapat meraih penghargaan adipura serta memberi pemahaman tentang indikator penilaian adipura dan pengelolaan sampah.

“Maksud dan tujuan diadakannya Rapat Koordinasi Peningkatan Program Adipura Kota Cilegon Tahun 2016 ini adalah pertama untuk menyamakan persepsi dan mengajak semua elemen masyarakat Cilegon untuk aktif berpartisipasi agar Cilegon dapat meraih penghargaan adipura, kedua memberi pemahaman tentang indikator penilaian adipura dan pengelolaan sampah,” katanya.(Teguh)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: