seputarbanten.com-MERAK, Paska pembongkaran rumah warga dilingkungan keramat raya oleh pemerintah kota cilegon, kemarin (8/8), sebagian warga dilingkungan tersebut mencoba bertahan dibekas pembongkaran dengan menggunakan tenda, dan ada yang memilih berteduh didalam musholah.

Sekitar 30 warga atau lebih dari 10 Kepala Keluarga, yang diantaranya balita dan ibu hamil, mencoba bertahan lantaran tidak mampu untuk mencari tempat pindah.

Seperti dikatakan Nurdin warga keramat yang mencoba bertahan, karba ridak memiliki sejumlah uang untuk mencari tempat tinggal baru atau mengontrak.

"Saya hanya sebagai kuli bangunan, yang penghasilan pas-pasan, sementara tidak bisa mengontrak kami tinggal dibekas bongkaran untuk bertahan," tuturnya

Nurdin berharap, pemerintah kota cilegon dapat segera memberikan solusi kepada warga, karna warga yang bertahan ini sebagian besar janda,balita dan ada pula ibu hamil.

"Kami berharap pemerintah kota cilegon, dapat membantu kami sebagai warga tidak mampu, karna disini banyak balita yang harus tidur beralaskan tikar dan gigitan nyamuk," katanya

Ditempat yang sama Ibu Raka (45) mengaku ia terpaksa tinggal ditenda sampai mampu mendapatkan uang untuk mengontrak, suaminya yang bekerja sebagai pelayan rumah makan sudah beberapa hari ini tidak bekerja, karna memikirkan rumahnya yang akan dibongkar.

"Untuk makan aja kami mendapatkan kiriman dari rumah makan rajawali, karna kita saat ini tidak punya uang untuk beli gas dan lauk pauk," Pengakuannya

Melalui sambungan telepon, Erik Rabiin Anggota DPRD Kota Cilegon, menegaskan pihaknya menunggu janji walikota cilegon saat rapat dengannya di kantor kecamatan grogol, yang akan mencarikan kontrakan kepada warga tidak mampu untuk tinggal sementara.

"Jika pemerintah tidak dapat mencarikan solusi, warga yang tidak mampu tinggal saja digedung dewan, karna itu juga rumah mereka," tegas Erik dengan nada kesal.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) 1 kota cilegon, Taufiqurrohman ditanya mengenai uang Kadeudeuh pihaknya dan kejaksaan saat ini masih mengumpulkan data, dan sedang memikirjan seperti apa layaknya untuk uang tersebut

"Patwa dari kejari juga belum ada, kita masih mengumpulkan data jumlah bangunan yang ada ditempat ini," jelasnya. (Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: