seputarbanten.com-CILEGON, Acara Riung Mumpulung Peringatan HUT RI Ke-71 Tingkat Kota Cilegon yang diadakan di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (16/08),

Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi mengajak jajaran pemerintahan Kota Cilegon untuk menjadikan Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk mawas diri, untuk merenungkan apa yang sudah diberikan kepada masyarakat Kota Cilegon dalam upaya mengisi kemerdekaan.

“Pada momentum ini pula, mari kita jadikan sebagai wahana untuk mawas diri guna merenungkan dalam hati kita masing-masing, mengenai apa yang sudah diberikan kepada masyarakat Kota Cilegon sebagai bentuk langkah nyata mengisi kemerdekaan selama ini,” ujarnya.

Iman juga mengatakan di usia Indonesia yang ke-71 tahun ini, Pemerintah Pusat telah berbuat cukup banyak untuk masyarakat Indonesia, seperti angka kemiskinan dan pengangguran yang terus ditekan, kesejahteraan masyarakat yang terus ditingkatkan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.Sejalan dengan program dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Cilegon menurut Iman juga telah berupaya keras mewujudkan harapan dan asa masyarakat Kota Cilegon untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

“Berkaca pada upaya keras yang dilakukan oleh para pemimpin republik ini, maka Pemerintah Kota Cilegon sebagai bagian integral dari Pemerintah Republik Indonesia juga berupaya keras mewujudkan harapan dan asa masyarakat Kota Cilegon, untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Penghidupan yang lebih layak,” katanya.

Bentuk upaya keras tersebut adalah besarnya sumbangsih Pemerintah Kota Cilegon dalam upaya menekan angka kemiskinan.

“Apabila Pemerintah Pusat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) Nasional mencanangkan angka kemiskinan wilayah Banten ditekan di bawah 10% pada tahun 2015, maka Cilegon memberikan kontribusi percepatan penurunannya, dengan angka kemiskinan di bawah 5% pada tahun yang sama,” tuturnya.

Berdasarkan analisis empiris, setiap peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1%, berdampak pada turunnya angka kemiskinan sebesar 0.27%. Sementara di Kota Cilegon, dengan pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir sebesar rata-rata 4.5%, maka penurunan angka kemiskinan Kota Cilegon sebesar 1.2% pertahun, atau turun sebesar 6% dibandingkan tahun 2010.Analisis ini dibuktikan dalam Sensus Ekonomi 2015 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di mana angka kemiskinan Kota Cilegon menunjukan penuruan yang sangat dramatis, yaitu hanya sebesar 3.85% dari total jumlah penduduk tahun 2015.Selain masalah kemiskinan,

Iman melanjutkan sumbangsih lain yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Cilegon dalam mengisi kemerdekaan adalah penekanan terhadap angka pengangguran terbuka.

“Demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka, di mana Pemerintah Pusat mencanangkan angka pengangguran wilayah Banten sebesar ±13% pada tahun 2015, maka Cilegon telah melampaui pencapaian tersebut pada tahun 2013 yaitu sebesar ±12%, dan angka pengangguran ini akan terus ditekan menjadi sebesar ±10% pada tahun 2018 dan ±7% pada tahun 2021,” ungkapnya.

Iman juga menyadari bahwa Kota Cilegon selama ini masih minim fasilitas dan utilitas perkotaan yang memadai. Kebersihan, ketertiban dan keindahan kota pun masih belum tampak secara nyata. Serta, masalah hidup masih menjadi keluhan warga masyarakat.

“Untuk itu pembangunan Kota Cilegon hingga tahun 2021 mendatang sangat mengedepankan perubahan wujud perkotaan sebagai prioritas, sesuai dengan visi untuk mewujudkan Kota Cilegon yang unggul dan sejahtera,” katanya.

Hal itu, menurut Iman bukan sekadar lip servicesemata. Di depan berbagai macam unsur masyarakat yang hadir pada acara tersebut, Iman menyatakan ia bertekad untuk menciptakan perubahan wujud kota menjadi lebih asri, lebih indah, dan lebih tertib dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

“Mengapa saya menargetkan penataan perkotaan hanya 3 tahun saja dari periode 5 tahun kepemimpinan saya di Kota Cilegon, karena 2 tahun berikutnya yaitu 2019 dan 2020, saya masih harus menuntaskan pembangunan insfrastruktur perekonomian yang menjadi cita-cita masyarakat Kota Cilegon untuk memiliki jalanan jaringan cincin utara, atau Jalan Lingkar Utara, serta Pelabuhan Warnasari,” pungkasnya.

Di akhir sambutannya, Iman meminta dukungan seluruh lapisan masyarakat Kota Cilegon untuk selalu memberikan dukungan agar jajaran Pemerintah beserta DPRD Kota Cilegon mampu mewujudkan cita-cita, harapan, dan asa masyarakat. Iman juga mengajak seluruh Jajaran pemerintah Kota Cilegon untuk melakukan kerja nyata demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu perwakilan generasi muda, Endang Efendi menganggap pemuda adalah suatu hal yang sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Endang juga mengajak pemuda Kota Cilegon untuk mendukung program kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan Kota Cilegon.Senada dengan Endang, H. Hambasi Abdullah selaku perwakilan tokoh masyarakat Kota Cilegon menghimbau agar masyarakat tak melulu memberikan kritik kepada pemerintah, melainkan juga memberikan solusi.

“Jangan hanya mengkritisi pemerintah. Mari kita juga memberikan solusi dengan baik, bijak dan sopan,” ungkapnya.

Efendi juga menghimbau agar masyarakat berani memberikan informasi kepada Walikota, Ketua DPRD, maupun Plt. Sekda agar pemerintah tahu persis situasi dan kondisi yang ada di masyarakat. Baik situasi dan kondisi terkait ekonomi dan kesejahteraan, maupun informasi dan kondisi terkait masalah sosial lainnya.

Hadir pada acara ruing mungpulung ini, Wakil Walikota Cilegon, Ketua DPRD Kota Cilegon, Plt. Sekretaris Daerah, Asda I, II & III, Pejabat Pemerintah Kota Cilegon Esselon 2 & 3, Unsur Muspida Kota Cilegon, Veteran Perang Kemerdekaan, Alim Ulama dan Pimpinan Perusahaan di Kota Cilegon.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: