seputarbanten.com-CILEGON, Meski sudah beberapa kali Satnarkoba Polres Cilegon menangkap pelaku narkoba jaringan lapas. Namun hingga saat ini kepolisian kesulitan mengusut tuntas sindikat peredaran narkoba jaringan lapas, karena sulitnya melakukan pembuktian.

Untuk diketahui beberapa tersangka pengedar jaringan lapas yang berhasil diamankan Satnarkoba Polres Cilegon diantaranya,  AD yang ditangkap pada bulan Maret 2016. Kemudian, Bd, MU dan PJ ditangkap pada bulan Juni 2016. Selanjutnya, IR, MZ serta HR di bulan Juni 2016 dan masih ada beberapa tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran.

Kasatnarkoba Polres Cilegon, AKP Gogo Galesung mengatakan sulitnya pengungkapan otak peredaran narkoba jaringan lapas lantaran, pelaku selalu menggunakan sistem rantai terputus untuk mengelabui petugas kepolisian. Biasanya pelaku berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan ponsel genggam.

"Jaringan lapas ini menggunakan sistem terputus. Jadi kita sulit melakukan pembuktian," katanya.

Menurut Gogo, saat ini guna meminimalisir adanya peredaran narkoba yang dikendalikan oleh para pengedar jaringan lapas, pihaknya hanya bisa melakukan upaya koordinasi dengan pihak lapas, badan narkotika nasional (BNN) dan bea cukai untuk mengantisipasi.

"Koordinasi yang kita lakukan untuk mencegah adanya peredaran narkoba disini (Cilegon-red) mengarah pada jaringan-jaringan luar negeri, antar pulau, termasuk lapas," ujarnya.

Lebih lanjut, Gogo berharap dengan adanya koordinasi dengan beberapa intansi tersebut jaringan lapas di Banten dapat terungkap. Selain itu, pihak lapas juga diminta untuk memperketat aktivitas para narapidana, khususnya bagi penghuni lapas yang kedapatan membawa telepon genggam.

"Karena kebanyakan diantaranya, bisnis narkoba dibalik lapas ini dikendalikanperedarannya melalui jaringan telepon. Untuk itu mudah-mudahan melakukan pengetatan dan koordinasi yang baik dengan kita, rantai peredaran narkoba jaringan lapas dapat diputus," harapnya.

Sebelumnya, Kepala Lapas klas III Cilegon, Andi Muhammad Syarif mengatakan, memastikan pengamanan Lapas diperketat dari upaya penyelundupan baik narkoba maupun benda berbahaya seuai dengan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku."Kita juga rutin melakukan razia didalam lapas," katanya.

Menurut Andi, selain penghuni lapas, untuk memastikan Lapas bebas dari peredaran narkoba, pihaknya juga melakukan pengetatan terhadap barang yang dibawa pengunjung. Dengan begitu, pencegahan peredaran narkoba maupun lainnya dapat dicegah.

"Kita terus memperketat pengamanan Lapas dan setiap pengunjung yang datang pun kita periksa. Jadi semua barang bawaan akan kita geledah jangan sampai ada barang dilarang masuk kedalam lapas," ujarnya.

Andi mengungkapkan dari keseluruhan penghuni lapas Cilegon, 50 persen napi merupakan tersangka narkoba. Untuk itu pihaknya terus melakukan pengawasan dan pengetatan diarea lapas terutama pengunjung. 

"Mayoritas disini adalah tersangka narkoba," ungkapnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: