seputarbanten.com-CILEGON, Sebanyak empat pelaku komplotan pembobol 21 toko elektronik di wilayah hukum kota Cilegon dibekuk Satuan Reskrim Polres Cilegon. Ke empat pelaku yaitu RH, J, JS, dan RS, diperkirakan total kerugian akibat ulah komplotan itu mencapai Rp 200 juta.

Adapun barang bukti yang diamankan pihak kepolisian diantaranya, 7 unit televisi, 2 unit ACCU, 6 unit sound sistem, 20 buah hanger warna hitam, beberpa boks hanphone, sepasang sepatu, boks kamera DLSR dan 1 unit playstasion.

Kapolres Cilegon, AKBP Raden Romdon Natakusuma mengatakan penangkapan pelaku ini berawal dari laporan dari korban pencurian. Berbekal rekaman closed-circuit television (CCTV) dari salah satu toko, pada 26 Juli 2016 lalu pihaknya berhasil membekuk RH di Lingkungan Pancurin, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak dan dilanjutkan ke tiga pelaku lainnya di wilayah Merak.

"Setelah dilakukan penyelidikan, anggota berhasil menemukan keberadaan para pelaku dan langsung melakukan penangkapan terhadap keempatnya," katanya

Menurut Romdon, adapun modus komplotan pelaku pembobol 21 toko itu dengan cara memanjat tembok belakang toko, masuk ke dalam, lalu mengambil seluruh barang yang ada didalam toko. Setiap melakukan aksinya pelaku lebih dari 4 orang.

"Kita juga sedang melakukan pengembangan. Selain 4 orang pelaku yang kita amankan masih ada sekitar 4 pelaku lainnya yang sudah kita tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang-red) yaitu HS, TSAN dan NM," ujarnya.

Romdon mengungkapkan, ke empat pelaku yang saat ini mendekam di Mapolres Cilegon diancam pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara diatas 7 tahun.

"Adapun wilayah yang rentan aksi kejahatan ini yaitu, Cilegon wilayah Kota, Cibeber, Pulomerak dan Ciwandan. Ke empat wilayah itu yang sering terjadi aksi kejatan," ungkapnya.

Dengan adanya penangkapan ini, Romdon menghimbau kepada para pemilik toko yang menjadi korban pembobolan oleh para komplotan spesialis pembobol toko elektronik itu untuk segera melaporkannya kepada Mapolres Cilegon dengan disertai barang bukti.

"Kita harapkan mereka semua dapat melapor. Jika perlu bawa CCTV yang ada ditoko untuk barang bukti," himbaunya.

Lebih lanjut, Romdon menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada semua pelaku termasuk penadah barang-barang hasil kejahatan pelaku. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan.

"Pelaku dan penadahnya akan kita tindak," tegasnya. Sementara itu salah satu pelaku, HS mengaku setiap kali melakukan aksi pembobolan toko elektronik dilakukan oleh 4 hingga 6 orang. Barang yang diambilnya kemudian dijual dan uang hasil penjualan itu digunakan untuk berfoya-foya.

"Saya membongkar dengan kunci duplikat. Barang-barangnya kami angkut pakai mobil," katanya. (Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: