seputarbanten.com-MERAK, terkait rencana pembongkar bangunan rumah warga di lingkungan cikuasa pantai dan kramat raya kelurahan gerem oleh pemerintah kota cilegon, akhirnya warga dilingkungan tersebut meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Abdi Bangsa Yustisia (ABY).

Kemarin (5/8) LBH ABY mendatangi kantor camat grogol, dan melakukan pertemuan tertutup dengan camat diruang kerjanya. seusai melakukan pertemuan Fajar Sumantri ketua LBH ABY kepada wartawan menuturkan pertemuan didalam camat gerogol tetap kekeh kepada pembongkaran yang akan dilakukan pemkot kota cilegon, sehingga pihaknyapun bersikeras untuk menggagalkan pembongkaran tersebut.

"Sesuai keinginan warga kita akan berupaya menggagalkan pembongkaran rumah warga," ujarnya seusai melakukan pertemuan

Lebih lanjut Fajar akan melakukan upaya hukum dengan beberapa bukti yang ia telah kumpulkan terkait pelanggaran hukum yang dilakukan pemkot cilegon dalam melakukan pembomgkaran.

"Salah satu contohnya adalah perjanjian kontrak antara warga dengan PJKA, dimana warga menggunakan biaya dalam kontrak tersebut, dan ada tembusan ke PJKA, sementara pihak PJKA sendiri dalam pembongkaran tersebut tidak aktiv," katanya

Seusai acara baik LBH dan camat sama-sama bergegas kekantor walikota cilegon yang sedang ada rapat penertiban, namun LBH ABY sedah menunggu lama tidak dapat bqertemu dengan walikota cilegon.

Sementara itu, pagi tadi (5/8) Camat Grogol, H. Hudri Hasun dalam sambungan telepon menceritakan pertemuannya dengan LBH ABY, katanya pernyataaan LBH ABY tidak pantas mengeluarkan kata-kata kotor dalam pertemuan tersebut, sehingga ia pun marah dan tidak menggubris yang dibicarakan oleh LBH ABY.

"Mereka berkata mau dikemanakan warga pak, kalau digusur masa mau dibuang kelaut, kata-kata tersebut tidak pantas dilayangkan karna pemerintah juga memikirkan keinginan warga," ceritanya

Hudri mendambahkan dalam pertemuan dengan walikota cilegon kemarin dihadiri dari PLN Dan PJKA, dan membahas persoalan ganti rugi rumah warga yang akan di bongkar.

"Pengusulan adanya ganti rugi bangunan ini dari warga yang beberapa kali datang keruma saya dan hasil pertemuan dikantor camat beberapa hari yang lalu," tambahnya.


Ditempat terpisah Asda I Taufiqurrohman mengatakan, perjalanan pembongkaran warem dan bangunan liar di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini merupakan perjalanan yang panjang dan sudah disosialisasikan kepada warga sejak jauh-jauh hari.

“Artinya gini kita menertibkan sesuai dengan dasar yang diatur oleh Undang-undang,”ujarnya. 

Namun, Taufiq berharap agar pihak yang bersangkutan juga bisa berperan aktif dalam melakukan penertiban ini.

“PJKA malah mendukung, tapi sebetulnya kita berharap mereka proaktif PJKA ini, karena inikan yang punya kepentingan PJKA,” ujarnya.(Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: