seputarbanten.com-CILEGON, Kepala kelurahan masigit kecamatan jombang, Burhanudin mengakui jika dilingkungannya menjadi sorotan terkait penghuni kontrakan yang selama ini meresahkan warga sekitar, sehingga dalam setahun belakangan ia berkonsentrasi untuk ketertiban penghuni kontrakan.

Burhan mengaku persoalan penghuni kontrakan itu bukan menjadi buah bibir di kota cilegon saja,namun persoalan tersebut telah sampai kepada daerah lain diluar kota cilegon, tentang bedeng atau kontrakan yang dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba, minuman keras dan tempat kumpul kebo

"Sebelum saya menjabat sebagai lurah, saya pernah bermain ke kalimantan dan pertanyaan tentang kontrakan yang ada dilingkungan masigit menjadi buah bibir didaerah sana," pengakuannya.

Namun saat ini, menurut Burhan pihaknya telah menindak tegas keberadaan penghuni kontrakan tersebut dengan melakukan razia 3 kali dalam seminggu, sehingga saat ini pihaknya memiliki data penghuni kontrakan.

"Untuk saat ini kami telah memiliki data penghuni kontrakan yang ada dilingkungan kelurahan masugit, dari data yang ada dikelurahan jumlah kontrakan di kelurahan masigit sekitar 80 pintu kontrakan," tuturnya

Selain melakukan razia yustisi, ia juga telah membuat aturan untuk penghuni kontrakan, dan telah bekerjasama dengan warga untuk melakukan pengontrolan setiap harinya.

"Kita membuat aturan dengan pemilik kontrakan dan pebghuni kontrakan, agar tidak menerima pengontrak yang tidak memiliki identitas atau yang bukan status suami istri tetapi akan tinggal serumah, selain itu pengontrak juga tidak boleh memvawa orang sembarangan," katanya

Berkat pengawasan yang ketat, Burhan menjelaskan saat ini ia dapat menekan tindakan yang tidak baik didalam lingkungan bedeng dan kontrakan.

"Sekarang bisa dicek sendiri,musik saja penghuni kontrakan tidak berani menyetel dengan suara keras, dan pria atau tamu pun jika akan mengantar penghuni kontrakan hanya sampai dengan pinggir jalan," jelasnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: