seputarbanten.com-CILEGON, Semenjak ditinggal pergi suaminya, Purwanti (36) dan anak laki-lakinya tinggal di trotoar jalan Protokol Kota Cilegon tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber. Untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari ibu dan anak itu hanya menunggu belas kasihan warga sekitar.

Dari pantauan, warga Kutoharjo, Jawa Tengah itu tinggal digubuk bekas tambal ban yang tidak layak ditempati dan banyak tumpukan sampah.

Meski terlihat sehat, keduanya terlihat kumal, lantaran tidak pernah mandi hingga berhari-hari.Purwanti mengatakan sudah satu bulan ini dia dan anaknya tinggal diatas trotoar. Sebelum datang ke Cilegon menggunakan kereta api barang.

Dia memiliki seorang suami yang tinggal di Jakarta. Dengan alasan yang tidak jelas suaminya meninggalkan dirinya dan anak semata wayangnya tersebut.

"Saya ditinggal kabur suami di Palmerah. Sebelum tinggal disini (Cibeber-red) saya pernah tinggal ditempat lain, tapi diusir warga," katanya

Menurut Purwanti, selama tinggal diatas trotoar dia dan anaknya hanya berharap belas kasih warga yang kebetulan melintas disana, karena iba melihat kondisi dirinya dan anaknya itu.

"Siapa juga yang mau hidup susah. Alhamdulillah ada saja, warga yang ngasih makan dan uang," ujarnya.

Sementara itu, warga sekitar Abdul Rojak mengaku prihatin dengan kondisi ibu dan anak tersebut. Selain hidup bergantung dari belas kasihan warga. Tinggal diatas trotoar sangat membahayakan terutama bagi anak laki-lakinya tersebut.

"Pernah saya suruh pindah ke lokasi yang lebih layak tapi dia malah menolaknya," katanya.

Menurut Rojak, Purwanti memiliki seorang suami yang berprofesi sebagai pemulung. Namun jarang datang ketempat tinggalnya. Biasanya, suaminya datang pada malam hari.

"Emang kalau ditanya dia bilang kalau suaminya sudah nggak ada. Tapi saya pernah melihat suaminya datang malam-malam sambil bawa gerobak sampah," katanya.

Rojak menduga, ibu satu orang anak itu dengan sengaja tinggal diatas trotoar agar banyak masyarakat yang iba atas kondisi dia dan anaknya. Terlebih banyak masyarakat yang dengan sengaja datang untuk memberikan makan dan uang.

"Awalnya yang saya tau dia itu pemulung. Tapi sekarang dia sudah tidak jadi pemulung lagi,  karena banyak warga yang datang kesini," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Cibeber, Ipan mengaku dirinya mendapatkan laporan dari warga sekitar adanya warga terlantar yang tinggal diatas trotoar. Dari informasi itu, dirinya dan dua nggotanya datang kelokasi untuk diserahkan ke dinas sosial.

" Kita sudah koordinasi dengan dinsos. Rencananya, dia dan anaknya itu akan kita serahkan ke dinsos untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak," katanya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: