seputarbanten.com-MERAK, Nelayan merak geram karna sudah 3 hari belakangan ini, tempat mereka mencari ikan dijadikan tempat pembuangan limbah lumpur sisa dari pengerukan pasir laut, yang berasal dari proyek pendalam laut dermaga enam ASDP Merak.

Informasi yang didapat seputar banten, pembuangan lumpur tersebut dilakukan di 2 mil laut dari lokasi pengerukan, dimana ditempat tersebut banyak tumbuh trumbu karang, sehingga dengan adanya pembuangan lumpur tersebut nelayan merak merasa dirugikan karna tangkapanya berkurang.

Dari data yang ada pengerukan pasir dilakukan oleh PT. Natalindo sebagi perusahaan penyewa kapal, dengan menggunakannkapal 5 kapal yaitu kapal bina 208, kapal bina 212, tongkang kb 21, tongkang 302 tongkang crane bass 103, dengan jam oprasiomal 24 jam dengan waktu pengerjaan proyek selama 3 bulan.

Akibat pengerukan tersebut banyak nelayan yang tidak melaut, bahkan kemarin Selasa 2 agustus 2016 salah satu nelayat jajang suryana sebagai sebagai ketua KUB Pandan Wangi yang berada dipantai kaltek sempat menghentikan oprasional kapal yang sedang melakukan pengerukan pasir di proyek tersebut.

Menurut Jajang, aksi tersebut ia lakukan karna kegiatan pembuangan lumpur telah merugikan para nelayan, karna tempat tersebut merupakan lokasi nelayan mencari ikan, karna ulah pembuangan lumpur tersebut banyak nelayan yang tidak melaut,ia meminta pemerintah terutama KSOP dapat memperhatikan lingkungan laut dalam memberikan ijin pembuangan limbah tersebut.

"Akibat pengerukan pembuangan limbah,banyak trumbu karang yang mati, dan ikan pun sulit, sehingga para nelayan disini protes kepada perusahan yang melakukan proses pengerukan," tuturnya

Andi Nelayan lain mengaku akibat proyek tersebut yang semula nelayan mendapatkan tangkapan hingga 40 kilogram kini hanya 3kg saja, sehingga hari ini (3/8), hampir semua nelayan tidak melaut.

"Kami hari ini tidak melaut, tangkapan kami berkurang, saat ini kami menunggu hasil pokmaswas yang sedang mencari jalan keluar," jelasnya

Sememtara itu Kelompok Pengawas Masyarakat (pokmaswas) nelayan merak, kemarin telah melayangkan surat terkait hal tersebut, kepada ASDP merak, dan ditembusi KSOP merak direktorat Pol Air Polda Banten, Dan lanal banten, tetapi belum mendapatkan jawaban, sehingga hari ini pihaknya mengamankan kru kapal bina 208 di kampung belayan kaltek.

Kata Saban pokmaswas nelayan merak, diamankan kru kapal tersebut dalam rangka mengamankan mereka dari amuk warga, yang telah kesal akibat kegiatan pembuangan lumpur tersebut.

"Karna mereka ini merupakan teman-teman kami, sehingga kami amankan agar tidak kena sasaran amuk nelayan yang ada disini," jelasnya

Sementara itu Sugeng Kapten kapal bina 208, mengaku pihaknya hanya diperintahkan oleh penyewa, sehingga ia tidak hanya pasrah ketika distop oleh para nelayan.

"Saya tidak mengetahui apapun, karna kami hanya disewa, toh kalau kami distop kan yang rugi juga pihak penyewa," ujarnya. (Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: