seputarbanten.com-CILEGON, Nelayan Tanjung Peni sesalkan keberadaan limbah yang ada di perairan tersebut karena mengganggu terhadap tagkapan ikan para nelayan.

Mahdi salah satu nelayan Tanjung Peni mengatakan, kemarin malam dia dan nelayan lainnya sangat dirugikan dengan keberadaan limbah dilokasi tangkapan ikan. Sebab, semua nelayan yang melaut kala itu sama sekali tidak mendapatkan hasil tangkapan apapun dan pulang dengan tangan kosong.

“Kejadiannya semalam makanya kita pusing,” ujarnya,

Mahdi menduga, limbah tersebut berasal dari salah satu perusahaan yang ada di dekat lokasi tangkapan ikan para nelayan. Hal itu bukan tanpa sebab, jika melihat dari bahan limbah yang ada di laut, besar kemungkinan itu berasal dari karat besi yang dibersihkan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Limbahnya itu kaya besi pak, jadi kalau kita kena pasti nempel itu,” ujarnya.

Akibat kejadian itu kata Mahdi para nelayan mengalami kerugian cukup besar. Bahkan, banyak nelayan yang enggan pergi mencari ikan karena khawatir masih ada sisa limbah di tempat mereka mencari ikan.

“Kita enggak nyari ikan ke laut dulu, soalnya takut kalau kita pergi malah hasilnya sama enggak dapet ikan, kalau kaya gitu kita dobel ruginya,”ujarnya.

Sarwani nelayan lainnya mengatakan, biasanya para nelayan bisa menangkap ikan sebanyak lima kilogram lebih per harinya tergantung cuaca dan keadaan laut. Tapi, setelah adanya limbah yang dibuang ke laut, nelayan sama sekali tidak mendapat ikan dan mengalami kerugian.

“Biasanya enggak kurang dari lima kilogra sehari, cuma kemarin aja nelayan di sini rugi. Soalnya sekali kita melaut saja bisa ngabisin uang sampai Rp500 ribu, kalau kita enggak dapat ikan, uang segitu kan kebuang percuma,” ujarnya.

Kata Sarwani, posisi pencemaran laut itu ada di lepas pantai Tanjung Peni yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan beberapa perusahaan. Munculnya dugaan itu karena hanya perusahaan saja yang memungkinkan melakuakn hal tersebut.

“Masa iya dari kapak kan enggak mungkin, bisa saja salah satu perusahaan yang ada dekat sini yang melakukannya,” ujarnya.
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: