seputarbanten.com-CILEGON, Pembongkaran rumah warga yang menempati tanah PT.Kereta Api (KAI) lingkungan kramat raya dan cikuasa pantai, dilakukan oleh pemerintah kota (pemkot) Cilegon, sedak pagi (8/8) mendapatkam perlawanan dari warga sekitar.

Warga yang tidak terima dengan bangunan rumahnya yang akan dibongkarn, mengajak anak sekolah untuk menghadang tim dari pemerintah yang akan membongkar.

Dari pantauan seputar banten, Saat pembongkaran mulai dilakukan oleh pemkot cilegon, warga langsung menghadang alat berat dengan menaiki alat berat, yang akan membongkar rumah warga, bahkan salah seorang warga yang sudah tua, mencoba tidur dibawah ban alat berat.

"Saya saja yang jadi korban saya sudah tua, jangan anak-anak yang jadi korban dalam pembongkaran ini, pemerintah tidak adil, kami warga bukan warem kami pengen hidup dengan tenang," katanya

Setelah ada negosiasi, alat berat akan mundur, warga akhirnya mau melepaskan alat berat, namun setelah pembongkaran dilanjutkan kembali, warga kembali menghadang bahkan sempat terjadi bategangan antara warga dan pendekar yang mengawal pembomgkaran, dengan bantuan pihak keamanan akhirnya keteganganpun berakhir dan pembongkaran dilanjutkan.

Disela-sela pembongkaran Asisten Daerah (Asda) 1 Kota Cilegon, Taufiqurrohman mengaku, akan terus melakukan pembongkaran semua bangunan milik warga, meski ia mengakui adanya kendala dalam pembongkaran tersebut.

"Kita akan terus lakukan pembongkaran ini, meski satu alat berat yang akan membongkar rusak, dan memdapatkan penghadangan dari warga," Pengakuannya.

Lanjut Taufiq, pendekar yang ikut dalam pembongkaran merupakan undangan dari pemerintah, untuk membantu mengawal pemerintah dalam membongkar.

"Mereka (Pendekar) hanya mengawal untuk mengamankan jalannya pembongkaran, jika ada yang pingsan atau warga yang sakit pendekarlah yang akan membantu," jelasnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: