seputarbanten.com-CILEGON, Pemerintah Kota Cilegon, memastikan akan memberikan uang kadedeh bagi warga yang bangunannya digusur oleh pemkot cilegon, di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Namun pemberian uang kadedeh itu diberikan hanya bagi masyarakat warga yang tercatat sebagai warga Cilegon.

Asisten Daerah (ASDA) I Pemkot Cilegon, Taufiqurrohman mengatakan kejari Cilegon sudah memberikan respon atas permintaan pendapat hukum untuk pemberian uang kadedeh bagi warga pemilik bangunan di Cikuasa Pantai dan Kramat Raya.

"Kejadi sudah melakukan ekpose persoalan uang kadedeh kemarin. Mereka meminta waktu satu minggu untuk memberikan pendapat hukum," katanya.

Menurut Taufiq, pemberian uang kadedeh tersebut hanya bagian dari bentuk bantuan sosial bagi warganya. Bukan sebagai bentuk uang ganti rugi karena bangunannya dibongkar oleh Pemkot Cilegon. Sebab mendirikan bangunan diatas tanah negara merupakan hal yang salah.

"Jadi uang kadedeh itu bukan uang ganti rugi. Mendirikan bangunan ditanah milik negara kan salah, masa pemkot yang harus tanggungjawab," ujarnya.

Lebih lanjut, Taufiq menegaskan, adapun warga yang masih tetap bertahan dilokasi pembongkaran, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon untuk memberikan fasilitas tempat bagi warga. Jangan sampai, warga tersebut terlantar.

"Kalau ada yang terlantar, Dinsos telah siapkan rumah singgah bagi mereka," tegasnya.

Warga Cikuasa Pantai, Buyung mengatakan dirinya dan keluarganya hingga saat ini masih bertahan dilokasi pembongkaran dan bertahan hidup dari bantuan warga yang iba. Dirinya akan pindah jika Pemkot Cilegon memberikan ganti rugi bangunan rumah miliknya yang sudah hancur lebur.

"Saya juga ingin tinggal ditempat yang nyaman seperti beberapa warga lain yang memilih mengontrak. Tapi saya tidak punya uang, untuk makan saja saya mengandalkan batu bata dari sisa pembongkaran dan bantuan warga," katanya.

Menurut Buyung, dirinya sudah lama tinggal di Cikuasa Pantai dan tercatat sebagai warga Cilegon. Seharusnya, pemkot Cilegon memberikan perlindungan kepada warganya bukan menyengsarakannya.

"Kita tidak diberi waktu sama sekali atau ganti rugi. Padahal saya sudah hampir 20 tahun labih tinggal disini," ujarnya.

Buyung menambahkan, jika Pemkot memberikan bantuan uang kadedeh bagi korban pembongkaran. Hal itu menjadi angin segar bagi warga yang masih bertahan disana. Namun diharapkan uang kadedeh tersebut setimpal dengan kerugian yang dialaminya.

"Kita harapkan uang ganti rugi yang diberikan pemkot itu semoga saja benar," tambahnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: