seputarbanten.com-CILEGON, Penderita tuberkulosis (TB) atau TBC di Kota Cilegon cukup tinggi dan cenderung meningkat dari prediksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon.TB merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian nomor tiga di Indonesia.

Dari data Dinkes Cilegon yaitu untuk angka penderita TB di Kota Cilegon dari suspek yang diperkirakan sebanyak 4.264 kasus, namun ditemukan sebanyak 5.012 orang. Dari jumlah tersebut yang ditemukan positif dari target 426 orang, namun yang ditemukan berjumlah 480 pengidap TB positif se-Kota Cilegon.

Secara lengkap untuk angka penemuan BTA positif baru di Kota Cilegon antara lain, Kecamatan Cilegon 44 orang, Pulomerak 46 orang, Grogol 35 orang, Ciwandan 51 orang, Cibeber 36 orang, Purwakarta 27 orang, Citangkil 55 orang, Jombang 32 orang, Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) 9 orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 112 orang, dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) 35 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Cilegon, Retno Windarwati mengatakan berdasarkan data diseluruh negara di dunia, permasalan TB di Indonesia menempati peringkat kedua. Hal ini menunjukan masih tingginya angka penderita TB di Indonesia. 

"Untuk itu sebagai upaya efektif untuk mencegah dan menekan tingginya TB diberikan pelatihan pengendalian TB melalui strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-cours) yang sudah direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) untuk digunakan diseluruh dunia," katanya.

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan penyakit TB termasuk penyakit yang berbahaya karena bisa mematikan, dan gampang menular, namun bisa disembuhkan. Tetapi banyak penderita yang merasa malu, sehingga enggan untuk berobat kerumah sakit.

"Pengobatan TB dengan strategi DOTS ini merupakan satu-satunya pengobatan TB yang direkomendasikan. Pengawas pasien ini bisa dari dokter maupun keluarga pasien yang dikenal dengan PMO (Pengawas Menelan Obat) yang memastikan pasien minum obat secara teratur," ungkapnya.

Retno berharap bagi masyarakat yang memiliki gejala TB secepatnya memeriksakan diri ke tenaga kesehatan terdekat, seperti Puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan jika terlambat ditangani, maka konsekuensi yang timbul yakni penyakit penderita bertambah parah dengan risiko besar dapat meninggal akibat TB.

"Selain itu penderita akan tetap menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cilegon, dr Arriadna juga mengatakan, jika ditemukan adanya gejala-gejala penyakit TB ini seperti batuk berdahak lebih dari 2 minggu dan gejala lainya masyarakat diharapkan segera untuk melakukan pengobatan.

"Pemerintah telah berupaya secara maksimal untuk pemberantasan penyakit TB ini, mulai pemeriksaan dan pengobatan gratis," katanya.(Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: