seputarbanten.com-CILEGON, Puluhan warga mendatangi kantor Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, untuk meninjau lokasi tanah sengketa atas 7 bidang tanah yang terdiri dari 7 buah Sertipikat Hak Guna Bangunan yang melibatkan warga, PT Griya Sinar Perak, dan pihak tergugat Badan Pertanahan Negara (BPN) Cilegon, Selasa (15/8).

Kuasa hukum PT Griya Sinar Perak, Ichwan Kurnia mengatakan Pertanahan Nasional (BPN) Cilegon digugat PT Griya Sinar Perak lantaran menerbitkan sertifikat SHM ganda. Pihaknya menduga terdapat indikasi tumpang tindih kepemilikan tanah tersebut.

"PT Menganggap ada indikasi tumpang tindih kepemilikan tanah antara PT dan warga," katanya

Menurut Ichwan, dalam sengketa tanah ini, pihaknya memiliki bukti-bukti yang kuat atas kepemilikan tanah tersebut. Namun untuk memastikannya kebenarannya, PT Griya Sinar Perak mengajukan hal itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (BTUN) untuk diklarifikasi.

"Dari bukti yang kita miliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dikeluarkan pada tahun1997, sedangkan sertifikat hak milik warga itu tahun 2000 an. Kemudian kami mengadakan ploting ke BKN dari sana ditemuai adanya indikasi timpang tindih, untuk itu kita PTUN kan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ichwan menegaskan, setelah melakukan cek plotting, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada PTUN atas bidang tanah tersebut, apakah menjadi hak milik PT Griya Sinar Perak atau warga.

"Semua keputusan kita serahkan kepada majlis hakim yang berwenang untuk memutuskan hal itu," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub-Seksi Sengketa BPN Cilegon Suharjo mengatakan kedatangannya ke kantor Kelurahan Lebak Denok tidak lain untuk mengecek secara langsung bersama PT Griya Sinar Perak dan warga atas kepemilikan lahan tersebut.

"Kita akan cek kelapangan apakah ini ada tumpang tindih, karena lahan tersebut sudah bersertifikat HGB dari PT Sinar Griya Perak dan ada sebagian warga juga memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM)," katanya.

Menurut Suharjo, pihaknya selaku tergugat oleh PT Sinar Griya Perak mendukung sepenuhnya persoalan kepemilikan lahan tersebut untuk diselesaikan secara hukum.

"BPN sebagai pihak tergugat dan yang menggugat PT Sinar Griya Perak. Kita selesaikan secara hukum," ujarnya.

Dilain tempat, Sutihah mengatakan dalam kasus ini sebanyak 26 warga memiliki SHM atas lahan yang diklaim oleh PT Sinar Griya Perak tersebut. Padahal, selama ini warga tidak pernah merasa menjual tanah tersebut kepada pihak manapun.

"Tanah saya disana sekitar 800 meter persegi. Selama ini saya tidak pernah merasa menjualnya kepada siapapun," katanya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: