seputarbanten.com-MERAK, satu hari (7/8) jelang rencana pembongkaran oleh pemerintah kota cilegon, terhadap 400 lebih bangunan milik warga yang berada ditanah milik perusahan kereta api dilingkungan keramat raya dan cikuasa pantai Rw 02 lelurahan gerem, Sebagian warga terlihat mulai membongkar bangunannya, namun sebagian besar warga tetap bertahan.

Menurut Wawan warga lingkungan Cikuasa pantai Rt 01 Rw 02, yang tidak akan membongkar bangunannya, karna ia yakin esok tidak akan terjadi pembongkaran.

"Saya yakin tidak akan ada pembongkaran esok, karna kami telah melakukan upaya hukum," tuturnya.

Lebih lanjut Wawan menegaskan, jika esok pemerintah tetap melakuka pembongkaran pihaknya akan tetap bertahan didalam rumah, meski alat berat akan merubuhkan rumahnya.

"Kalau pemerintah tidak punya hati nurani, kami akan tetap bertahan didalam rumah biar sekalian ada korban dalam pembongkaran esok," tegasnya

Berbeda dengan Wawan, Warga lingkungan kramat rudi yang telah membongkar bangunan rumahnya, mengaku ia hanya mengamankan harta miliknya yang masih bisa dipertahankan, namun ia tidak akan meninggalkan bangunan tersebut meski nanti telah dibongkar.

"Saya hanya mengamankan barang saya yang masih bermanfaat, tapi saya tidak akan pindah dari tempat saya, karna mau kemana lagi, jika nanti terjadi pembongkaran, saya akan tetap disini dengan menggunakan tenda," jelasnya

Ditempat yang sama Susilo, mengatakan dalam pembongkaran esok, kemungkinan akam ada blokade warga yang akan menghalangi team pembongkaran dari pemerintah agar tidak menyentuh rumah warga yang akam dibongkar.

"Kemungkinan jika pemerintah tidak dapat membatalkan pembongkaran, kemumgkinan warga akan menghadang team yang akan membongkar bangunan rumah warga," katanya. (Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: