seputarbanten.com-CILEGON, Sebanyak tiga wilayah di wilayah Hukum Kota Cilegon menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon. Ketiga kawasan itu antara lain, Pulomerak, Cibeber dan Anyer, Kabupaten Serang. Sebab berdasarkan peta kerawanan peredaran narkoba, tiga wilayah itu rawan peredaran narkoba.

Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP Sofian Girsang mengatakan adapun faktor tingginya kerawanan peredaran narkoba itu, lantaran Cilegon maupun Anyer merupakan daerah penghubung, baik Sumatera maupun daerah lainnya. Terlebih adanya beberapa pelabuhan di wilayah tersebut.

"Ke tiga wilayah itu masuk ke wilayah Hukum Kota Cilegon. Kita nyatakan rawan karena Cilegon merupakan wilayah penghubung antara Jawa dan Sumatera," katanya

Menurut Sofian, selain daerah penghubung, banyaknya tempat hiburan malam di ke tiga wilayah itu menjadi perhatian bagi BNN Kota Cilegon. Sebab tempat hiburan malam merupakan tempat yang paling banyak ditemukan kasus peredaran narkotika.

"Faktor lainnya yaitu banyaknya tempat hiburan malam. Karena tempat hiburan malam merupakan tempat yang paling ideal untuk melakukan transaksi maupun peredaran narkoba," ujarnya.

Lebih lanjut, Sofian mengungkapkan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di tiga wilayah itu, selain rutin melaksanakan operasi bersama intansi lainnya. Pihaknya juga secara berkala melakukan sosialisasi tentang bahaya penggunaan narkoba.

"Terutama kepada para pengunjung tempat hiburan malam. Kita rutin melakukan sosilasisai narkoba, baik kepada pengelola maupun pengunjung tempat hiburan malam," ungkapnya.

Sofian menegaskan, jika sosialisasi dan himbauan yang dilakukannya tidak juga diindahkan. Makan, BNN Kota Cilegon tidak akan segan memberikan efek jera dengan membawa kasus tersebut keranah hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

"Pelaku dan pengguna narkoba akan dijerat dengan Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Kasatnarkoba Polres Cilegon, AKP Gogo Galesung mengatakan, saat melakukan operasi Berantas Narkoba (Bersinar) yang digelar dari Maret dan April 2016 lalu, sebanyak 17 orang bandar narkoba baik sabu-sabu dan ganja diamankan Satuan Narkoba (Satnarkoba-red) Polres Cilegon.

"Dari 17 tersangka 3 diantaranya perempuan dan mereka yang kita amankan semuanya adalah bandar narkoba. Cilegon merupakan daerah yang paling banyak tangkapannya dibandingkan wilayah lain," katanya.

Menurut Gogo, dari semua wilayah di Kota Cilegon, Kecamatan Pulomerak merupakan daerah yang paling banyak peredaran narkoba baik sabu-sabu maupun ganja. Salah satu faktornya yaitu adanya Pelabuhan sebagai gerbang masuk dan keluar dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya. 

"Banyaknya pelabuhan juga salah satu indikator tingginya peredaran narkoba di wilayah Pulomerak," ungkapnya. (Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: