seputarbanten.com-CILEGON, Memperingati Hari Keluarga Nasional Tingkat Kota Cilegon, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Cilegon menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Kota Cilegon Tahun 2016 di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Selasa (23/08).

Pada acara tersebut, Tb. Iman Aryadi, Walikota Cilegon yang dalam acara tersebut, mengatakan peran kaum perempuan sebagai seorang ibu adalah peran yang mulia, karena menentukan keberhasilan karir suami serta menjadi penentu kesuksesan anak-anaknya.

"Jangan sampai perempuan malah menjadi inisiator kehancuran dalam rumah tangganya, termasuk menjadi teroris psikologis dalam kehidupan anak-anaknya," kata iman

Pada acara tersebut, Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi juga menyinggung tingginya angka perceraian yang terjadi di Kota Cilegon pada tahun 2016.

“Data dari pengadilan agama yang saya terima menunjukkan dalam kurun waktu bulan Januari sampai Agustus 2016 saja, telah terjadi sebanyak 607 kasus perceraian di Kota Cilegon. Apabila tren ini tidak dihentikan, bisa jadi tahun 2016 akan menjadi tahun pemecahan rekor tertinggi perceraian di Kota Cilegon, melewati angka 692 perkara yang terjadi pada tahun lalu,” ujarnya.

Iman pun menyayangkan fakta yang menunjukan bahwa dari 607 kasus perceraian yang terjadi tahun ini, 422 kasus diajukan oleh kaum perempuan.“Yang tidak kalah menyedihkan, dari data 607 kasus perceraian tadi, 422 perkaranya justru diajukan oleh kaum perempuan,” imbuhnya.

Selain masalah perceraian, Iman juga menyinggung masalah kekerasan yang terjadi pada anak. Menurutnya, penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak disebabkan oleh perceraian dari kedua orang tuanya.

“Masih belum cukup dengan tren perceraian yang spektakuler, data dari Pusat Pelayanan Dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC Cilegon) menunjukkan, terjadi 30 kasus kekerasan psikis terhadap anak, yang sudah terungkap sejak Januari lalu sampai bulan Agustus ini. Saya meminta kepada pihak P3KC untuk mengkros-cek data ini baik-baik, karena saya yakin masih ada kekerasan psikis lainnya terhadap anak yang belum terungkap. Mengingat salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak adalah disebabkan oleh perceraian kedua orang tuanya,” katanya.

Untuk itu, Iman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan program 30 menit bersama anak. Program ini, menurut Iman, bertujuan untuk meningkatkan kualitas keharmonisan keluarga.

“Walaupun saya mengetahui dalam kesehariannya hadirin dan undangan sekalian sangatlah sibuk, saya meminta luangkanlah waktu 30 menit bersama anak. Karena justru dari waktu yang sebentar itulah, akan ditentukan kualitas keharmonisan dari sebuah keluarga, sekaligus ditentukan kualitas dari putra-putri kita,” ungkapnya.

Dengan diterapkannya program 30 Menit Bersama Anak tersebut, Iman yakin angka perceraian bisa ditekan.

“Apabila sanggup dipraktekkan dalam kehidupan nyata, hal ini akan memperkuat rasa saling percaya di antara masing-masing keluarga. Saya percaya, 607 kasus perceraian yang terjadi hanya dalam kurun waktu 8 bulan terakhir ini tidak akan terjadi bila masing-masing suami dan istri sanggup meluangkan waktunya 30 menit setiap hari, hanya untuk merajut kembali rasa saling percaya di antara keluarga,” tuturnya.

Iman juga berharap agar semua keluarga di Kota Cilegon dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Sebab menurutnya, tak ada artinya pembangunan jika keluarga di Kota Cilegon tidak sejahtera.

“Apalah arti pembangunan yang berhasil, jika keluarga di Kota Cilegon tidak menjadi keluarga yang harmonis dan sejahtera,” pungkasnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: