seputarbanten.com-MERAK, Sekitar seratus lima puluh orang warga dari lingkungan cikuasa pantai dan kramat raya Rw 02 kelurahan gerem kecamatan grogol, malam ini (6/8) melakukan Istighosah dan salat hajat di lapangan depan ex kantor pertanian lingkungan keramat raya.

Kegiatan yang dipimpin ustad dari lingkungan kaligandu Ustad Sarifudin dimulai dengan melakukan pengajian yasin dan diakhiri dengan salat hajat, bertujuan untuk menghentikan pembongkaran rumah warga yang akan dilakukan pada senin 8 agustus 2016 didua lingkungan tersebut.

Menurut Hadi As Hadi penggagas kegiatan, kegiatan ini merupakan inisiatif warga yang akan meminta langsung kepada Allah untuk dibukakannya hati pemimpin kota cilegon agar dapat mengurungkan niat membongkar rumah warga.

"Kegiatan ini kita lakukan agar hati pemimpin kota cilegon dapat terbuka, bahwa kami bukan bagian dari warung remang-remang (Warem) melainkan warga yang hidup berkeluarga," tuturnya

Sementara itu Rouf warga lingkungan keramat Rt 02 mengaku selain melakukan kegiatan pada malam ini, ia akan tetap mempertahankan rumahnya dengan upaya hukum karna proses pembongkaran yang dilakukan pemerintah tidak sesuai presedur, dengan memberikan surat teguran yang waktunya berdekatan, atau ia akan bertahan dengan mendirikan tenda dibekas banggunannya sebagai tempat tinggal.

"Kami akan membuat tenda meski bangunan rumah kami nanti dibongkar, karna kami tidak punya pilihan lain, bukan kami menolak pembongkaran tapi kami menginginkan pemerintah menyiapkan tempat atau memberikan uang pengganti yang sesuai dengan kondisi bangunan masing-masing," katanya

Warga lain susilo mengaku akan bertahan didalam rumah jika pada hari pembongkaran nanti pemerintah tetap kekeh membongkar rumahnya.

"Kemungkinan pertama kami akan melakukan blokade jika pemerintah memaksa membongkar rumah warga, dan jika upaya blokade gagal kami akan berada didalam rumah meski alat berat akan merubuhkan rumah kami," pengakuannya. (Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: