seputarbanten.com-GEREM, Terlihat sejumlah warga sedang mengumpulkan batu bata dibekas puing-puing reruntuhan rumah paska pembongkaran rumah warga yang menempati tanah PJKA, dilingkungan cikuasa pantai Rt 01 Rw 02 kelurahan gerem,

Ditemui Yanto warga cikuasa pantai yang sedang mengumpulkan batu bata, mengatakan batu bata yang telah ia kumpulkan nantinya akan dijual kembali kepada mereka yang datang mencari batu bata bekas.

"Batu bata ini kita jual kepada orang yang datang untuk membeli bata bekas," katanya

Yanto menjelaskan uang hasil penjualan bata tersebut, ia pergunakan untuk menapkahi keluarganya, pasalnya setelah rumahnya dibongkar, ia yang sehari-hari berjualan sembako tidak lagi mendapatkan penghasilan.

" Mau gimana lagi mas, saya yang tadinya jualan dilingkungan sini (Cikuasa_red) sekarang sudah tidak lagi berjualan, sekarang keseharian warga disini hanya mengumpulkan sisa-sisa bongkaran yang dapat dijual," jelasnya.

Warga lingkungan cikuasa lainnya, Yanti janda dengan satu orang anak, mengaku dari mengumpulkan bata tersebut, ia memperoleh hasil sebesar Rp 200.000 sampai Rp 300.000 dalam seminggu.

" Paling juga hasil dari mengumpulkan batu bata ini, bisa menutupi kebutuhan sehari-hari untuk sementara waktu, gak tau kedepannya jika batu bata atau barang yang bisa dijual disini habis, kita akan mencari apa lagi," pengakuannya.

Yanti menambahkan selain dari mengumpulkan batu bata, untuk memenuhi kebutuhan warga korban gusuran, warga juga membuka posko peduli yang berharap bantuan dari orang lain.

"Ada juga warga yang peduli kepada kami yang datang untuk memberikan bantuan , baik berupa uang atau sembako untuk kami dapat terus bertahan dan melanjutkan hidup," tambahnya

saat ditanya sampai kapan yanti dan warga lain akan bertahan ditempat tersebut, ia mengungkapkan sampai dengan ada keputusan hukum atau pemerintah memberikan relokasi rumah kepada warga korban pembongkaran.

"Saat ini kita tengah melakukan gugatan hukum, kami disini akan bertahan sampai ada keputusan dari gugatan kami, jika pemerintah akan memindahkan kami ke rumah singgah dinsos kami akan menolak, karna yang kami butuhkan adalah relokasi rumah agar kami dapat melanjutkan hidup dengan tenang dan nyaman," ungkapnya. (Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: