seputarbanten.com-CILEGON ,Se-ekor Kukang Jantan (Nycticebus coucang) yang ditemukan warga Desa Mancak, Serang, diamankan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah Banten.

Kukang yang merupakan hewan primata diduga keluar dari habitatnya untuk mencari makan.

Petugas BKSDA Jabar Wilayah Banten Pos Merak, Uday Udaya mengatakan kukang tersebut ditemukan pada Kamis (11/8) kemarin oleh warga sekitar diatas tiang listrik.Khawatir mengancam keselamatan hewan yang dilindungi oleh negara tersebut, warga akhirnya menangkap hewan tersebut.

"Saat warga melakukan kerja bakti di Masjib, menemukan kukang diatas tiang listrik. Kemudian warga menangkapnya," katanya

Menurut Uday, warga mengetahui hewan kukang itu dilindungi oleh negara dan populasinya semakin berkurang. Maka warga memutuskan untuk tidak memeliharanya dan menyerahkan hewan tersebut kepada BKSDA untuk diselamatkan populasinya.

"Warga kemudian meminta kita untuk mengamankan kukang itu. Karena satwa liar jenis kukang ini hampir punah," ujarnya.

Uday menegaskan, berdasarkan aturan International Union for Conservation of Nature (IUCN), kukang termasuk dalam kategori hewan rentan hingga terancam punah. Artinya populasinya di alam semakin menurun dan menuju kepunahan. 

"Untuk itu kukang sekarang menjadi sorotan internasional," tegasnya.

Lebih lanjut, Uday mengungkapkan  kukang merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Kukang dilarang untuk dieksploitasi, seperti diburu, dipelihara, diperjualbelikan maupun dimanfaatkan bagian tubuhnya. Ancaman hukuman memelihara kukang adalah penjara maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.

"Kukang merupakan primata yang dijuluki malu-malu karena sifat dasar satwa yang ukuran tubuhnya antara 20-30 centimeter ini memang pemalu. Di Indonesia, menurut ekologi dan persebarannya, terdapat tiga jenis kukang. Kukang jawa, sumatera, dan kalimantan," ungkapnya.

Untuk itu, Uday menambahkan, BKSDA sangat mengapresiasi terhadap masyarakat yang telah sadar untuk menyerahkan Satwa Liar yang dilindungi Undang-Undang tersebut kepada BKSDA untuk kelestarian hewan tersebut. 

"Mudah-mudahan kesadaran masyarakat dapat semakin lebih ditingkatkan sehingga masyarakat tidak memelihara maupun melakukan perburuan satwa-satwa yang dilindungi Undang-Undang karena dapat mengakibatkan punahnya satwa liar yang merupakan bagian dari ekosistem kita, apalagi hingga memperniagakannya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Jabar Wilayah I Serang, Andri Gibson mengatakan kukang itu diambil petugas dari warga yang mengamankannya untuk dikembalikan ke habitatnya, agar kelestarian hewan ini dapat terjaga dan bisa bertahan.

"Rencananya kukang ini akan kita kembalikan ke habitatnya di Cagar Alam Rawa Danau. Hewan ini biasanya melakukan aktivitasnya dimalam hari," katanya. (Ipul)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: