seputarbanten.com-CILEGON, Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) Cilegon melalui Bidang Pertanian menyerahkan bantuan alat bertani untuk 19 kelompok tani (Poktan) Kota Cilegon. Alat tani tersebut merupakan bantuan dari irektorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Provinsi Banten APBN tahun 2016.

Adapun alat bantuan yang diserahkan kepada 19 poktan itu terdiri dari Mesin perontok padi atau Power Thresher 4 unit, Power Thresher sedang 6 unit, alat pemotong panen sebanyak 8 unit dan alat pemotong penen berukuran sedang sebanyak 1 unit.

Kasi Bina usaha pada bidang pertanian Disperla Cilegon, Endang Hanafi, bantuan sarana pascapanen dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Provinsi Banten APBN tahun 2016 itu diberikan kepada kelompok tani di Kota Cilegon.

"Alat pemotong pasca panen diberikan kepada sebanyak 9 kelompok dan mesin perontok padi pascapanen kita berikan kepada 10 kelompok," katanya

Menurut Endang, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup petani serta dapat meningkatkan produktivitas panen guna mendukung program swasembada pangan pemerintah.

"Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian selain bantuan alat itu, pemerintah telah melengkapi sarana prasarana pertanian di antaranya dengan perbaikan saluran irigasi dan bantuan benih, pupuk, obat-obatan dan yang lainny lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Endang mengungkapkan saat ini jumlah poktan di delapan kecamatan Kota Cilegon mencapai 131 kelompok dengan jumlah lahan pertanian yang ada sekitar 1.600 hektar sawah.

"Jumlahnya cukup banyak ada sekitar 131 kelompok tani disini," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, jumlah lahan pertanian di Kota Industri luasnya mencapai 2.500 hektare. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin maraknya industri lahan di kota itu terus menyusut.

"Banyak persawahan  dan perkebunan tergusur akibat menggeliatnya pembangunan industri dan perumahan. Dari sebelumnya  2.500 hektare, kini lahan pertanian di Kota Cilegon sudah berkurang menjadi 1.600 hektare atau menyusut 900 hektare," katanya.

Andi menjelaskan 900 hektare lahan pertanian yang tergusur itu tersebar di setiap kecamatan. Namun yang paling banyak berada di Kecamatan Ciwandan yang merupakan pusat kawasan industri di Kota Cilegon.

"Lahan pertanian ini tergusur rata-rata dialih fungsikan menjadi  industri dan perumahaan," jelasnya. (Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: