seputarbanten.com-CILEGON, Sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kalitimbang yang berada dilingkungan kerotek kelurahan kalitimbang kecamatan cibeber keadaanya sangat miris, selain menumpang pada lahan milik Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Jauharotunnaqiyah, bangunannya pun hanya terdiri dari 6 lokal kelas.

Berdasarkan data yang dihimpun seputar banten keadaan semacam itu, telah berlangsung dari tahun 1982 hingga saat ini, Atau sudah 34 tahun sekolah tersebut dibiarkan seperti itu.

Berbeda dengan semangat pemerintah kota (Pemkot) Cilegon, yang menginginkan sebagai kota cerdas, hal ini sangat bertolak belakang dengan melihat keadaan sekolah tersebut.

Ditemui salah satu orang tua murid yang menyekolahkan anak nya disekolah tersebut, namun enggan disebutkan namanya, Menuding pemkot cilegon dalam menyikapi hal tersebut dianggap lambat.

"Seharusnya pemerintah peka melihat keadaan seperti ini, keadaannya sekolah yang sudah sangat memprihatinkan, kursi-kursi sudah pada goyang kaki meja geh udah pada rusak," tuturnya

Ditemui diruang kerjanya, Kepala Sekolah SDN Kalitimbang Agus Sufari, Mengaku telah berusaha mengajukan bantuan kepada dinas pendidikan kota cilegon, namun sampai saat ini belum ada bantuan yang berarti terkait fisik sekolah tersebut.

"Sejak tahun 2013 saya menjabat kepala sekolah, saya akui pemerintah kota cilegon pernah memberika bantuan satu kali yaitu pada tahun 2014 berupa 20 meja belajar, 40 kursi dan satu papan tulis, walaupun ada bantuan rutin itupun hanya dana BOS dan pendamping Bos, selebihnya belum pernah ada," pengakuannya

Agus berharap pemerintah melalui dinas pendidikan kota cilegon, segera melakukan tindakan perbaikan atau relokasi sekolah kelahan milik pemerintah kota cilegon

"Dalam musrembangkot tahun 2015, dindik telah memprogramkan relokasi, semoga saja hal tersebut segera ter-realisasi," harapnya

Sementara itu, Kapala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muktar Gojali ditemui dikantornya, telah mengetahui keadaan sekolah yang sejak lama menupang, namun ia membantah jika pemerintah lambat dalam mereapon hal tersebut.

"Kita akan relokasi pada tahun 2017 nanti, pemerintah tidak lamban, namun pemerintah kota cilegon lebih mengutakan kebutuhan yang lebih penting, seperti pembebasan biaya SPP, kita juga bukan hanya memperhatikan 1 sekolah saja, namun di cilegon ini ada 180 SD yang perlu kita perhatikan," jelasnya.(CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: