seputarbanten.com-PANDEGLANG, Berawal dari aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan mahasiswa Islam HMI GMNI dan IMM cabang pandeglang, yang menduga adanya kejanggalan rekomendasi dukungan izin lokasi pertanin terpadu yang luasnya hingga 2.000 hektar, di kecamatan panimbang yang dilakukan oleh PT. Selaras Agritana Sukses (PT. SAS).

Aksi yang dilakukan siang tadi (26/9) digedung DPRD Pandeglang, Merupakan aksi yang ketiga setelah sebelumnya berkali-kali HMI mengirimkan surat untuk melakukan audensi namun tidak mendapatkan tanggapan yang serius dari pihak perusahaan.

Akan tetapi dalam aksi yang dikawal oleh pihak kepolisian, terjadi pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum anggota polisi.

Dari informasi yang didapat, dari kejadian tersebut satu orang mahasiswa, Ade Taufik Hidayat mendapatkan luka parah, bagian Pelipis Kanan yang sobek, Telinga, Leher yang lebam dan luka dibagian pinggang sebelah kiri diduga akibat tendangan, dan saat ini korban berada di RSUD Berkah Pandeglang.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang Ahmad Jaenudin, mengutuk tindakan pengoroyokan tersebut, dan ia akan melaporkan tindaka tersebut ke jalur hukum

"Aksi kami hanya menyampaikan aspirasi kami, saya mengutuk tindakan yang menyebabkan rekan kami harus dilarikan ke rumah sakit, dan saya akan membawa kejadian ini kejalur hukum," Tegasnya.

Ahmad berharap agar Polres Pandeglang dan Polda Banten, Segera mengusut tuntas dan memberikan sangsi kepada oknum polisi yang terlibat aksi pengeroyokan tersebut.

"Polres pandeglang dan polda harus tegas dalam menindak kasus ini, saya meminta oknum polisi yang terlibat dalam pengeroyokan diberikan sangsi yang berat," Harapnya.(CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: