seputarbanten.com-CILEGON, Balap liar yang sering digelar dibeberapa titik di wilayah Kota Cilegon ternyata bukan hanya dijadikan ajang mengukur kecepatan maupun uji nyali para pelakukanya, namun balap liar itu juga dijadikan sebagai ajang taruhan yang nilainya hingga jutaan rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (9/9), pada Sabtu (10/9) dini hari dikabarkan akan dilangsungkan aksi balap liar di depan Ramayana Cilegon atau sekitar jalan Ahmad Yani Cilegon dengan total taruhan Rp 5 juta. Adapun jarak trek balap liar yaitu sekitar 400 meter. Sayangnya, aksi taruhan balap liar itu sendiri masih disembunyikan untuk waktu pelaksanaanya

Kepala Satuan (Kasat) Sabhara Polres Cilegon, AKP Raden Dian membenarkan adanya ajang taruhan pada aksi balap liar yang dilakukan oleh remaja tersebut. Pelaku balap liar sendiri, bukan hanya dilakukan oleh warga Cilegon namun juga dilakukan oleh warga luar Cilegon.

"Informasi taruhan balap liar itu memang sudah masuk pada kami. Cuma kita sulit mengungkapnya, karena lokasi maupun waktu balap liar selalu berubah-ubah," katanya

Menurut Dian, aksi trek liar roda dua yang dilakukan oleh remaja tanggung itu sudah mengarah ke perjudian. Pembalap liar ini mengadu kecepatan dengan taruhan yang nilainya mencapai jutaan rupiah untuk sekali balapan.

"Bisa sampai jutaan, sekarang kita tengah telusuri," tuturnya.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan, aksi balap liar bukan hanya ajang perjudian yang dikhawatirkan. Sebab aksi balap liar itu tentu saja dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar maupun pengguna jalan. Bahkan, para remaja itu berpotensi melakukan tindak kriminal.

"Meski waktu balap liar dilakukan pada pukul 12 malam, sampai pukul 3 pagi, namun jalur yang mereka gunakan adalah jalan kota. Jadi potensi membahayakan pengendara yang melintas, maupun mereka sendiri sangatlah besar," jelasnya.

Salah satu pelaku balap liar, Uchon mengatakan, area yang sering dipakai balap liar di Kota Cilegon meliputi depan Ramayana Cilegon, Jalan Administrasi Building (ADB) PT Krakatau Steel (KS), kawasan PT KS dan beberapa tempat lainnya. Untuk jarak tempuh balap liar bervariasi, ada jarak tempuh 200 meter dan 400 meter.

"Semakin jauh jarak tempuhnya, semakin besar taruhannya dan semakin besar pula risiko untuk pelaku balapan," katanya.

Menurut Uchon, rata-rata motor yang digunakan untuk balap liar adalah motor modif. Sebelum melakukan balapan, motor yang akan digunakan akan dicek kapasitas mesin dan onderdilnya.

"Rata-rata disini anak bengkel, jadi tahu mana mesin oprekan mana mesin orsinil. Bisanya sebelum taruhan kita deal-dealan dulu, kalau sudah deal kita ketemu dilokasi balapan," ucapnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: