seputarbantem.com-SERANG, Keributan dan kesalah pahaman antara DPRD Kota Serang dan Dindikbud tidak lantas ada tindakan terhadap perbaikan sekolah SDN 9 Kota serang, lantaran siswa sekolah tersebut harus memakai ruang sekolah secara bergantian, dengan dua waktu yaitu pagi dan siang hari

Menurut Guru Agama SDN 9, Nurul Hadi, dibagi dua waktu siswa dalam waktu belajar, lantaran ruang kelas 4 ambruk sehingga siswa kelas dua harus bergantian masuk dengan kelas empat

“Karena satu ruang kelas 4 ambruk, makanya anak kelas 2 menjadi masuk siang. Bahkan SDN 9 ini pun sebenarnya sudah setahun belum pernah ada perbaikan, padahal sudah beberapa kali mengusulkan. Jadi wajar saja kalau sekolahan ini atapnya pada ambruk,” tuturnya

Nurul menambahkan, selain satu ruang kelas yang ambruk, ruang kelas lainya pun dikala musim hukan pasti becek dan bocor, dan bukan hanya itu bau bangunan tersebut kini dihuni oleh kelelawar.

"Jika pagi hari, guru dan siswa memcium bau tak sedap dari bekas kelelawar yang menempati bangunam sekolah," tambahnya

Sementara itu, di tempat berbeda, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Serang, Leni Nuraeni berharap segera ada perbaikan terkait sekolah tersebut, agar sekolah menjadi nyaman dan kondusif insfratuktur harua lah menjadi peranan penting.

“Cobalah tolong diperhatikan setiap bangunan gedung SD. Karena mereka ini adalah para penerus bangsa,” tutupnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: