seputarbanten.com-SERANG, Larangan meroko di dalam lingkungan sekolah yang dikeluarkan pemerintah kota serang, dikeluhkan para guru dan kepala sekolah, pasalnya jika itu dilakukan akan dikenakam sangsi berupa pemotongan tunjangan.

Menurut informasi yang didapat seputar banten, peraturan tersebut tidak lah logis, hal itu dikarnakan terlalu berlebihan.

Ditemui Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kota Serang, menuturkan sangsi yang diberikan pada guru ini tidak lah logis, ia mempertanyakan mengapa hanya sekolah saja yang mendapatkan peraturan tersebutm

"karena guru juga manusia yang membedakanya hanya profesinya saja. Walaupun saya tidak meroko, tapi saya keberatan dengan sanksi tersebut. Kalau mau memberikan sanksi, harus ada solusinya terlebih dahulu,” katanya

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Kota Serang, Ade Suparman ditemui diruang kerjanya menilai Kadindikbud Kota Serang sangatlah berlebihan, dan tidak di pikir kembali. Dampak akan peraturan terasbut.

“Bagaimana nanti kalau Dindikbud Kota Serang diserbu dengan para guru-guru di Kota Serang, karena sanksi yang tidak masuk akal,” jelasnya

Ade meminta jika akan mengeluarkan peraturan harus sesuai dengan kinerja guru. Karena peraturan larangan meroko dilingkungan sekolah tidaklah masuk akal.

“Kecuali si guru ini meroko pada saat lagi mengajar, tapi jangan sampai sanksinya ada pemotongan tunjangan segala. Dapat mengakibatkan keributan nantinya,” ujarnya.

Ditenpat lain, sejumlah guru di Kota Cilegon saat dihubungi tidak lah terpengaruh dengan peraturan tersebut, karna peraturan tersebut tidak diberlakukan dikota cilegon

“Ungtung bukan daerah Cilegonya, tapi daerah Serang saja. jadi kita aman, kalau mau meroko di lingkungan sekolah juga,” kata salah satu guru di SD dikota cilegon.(CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: